Breaking News:

Atasi Banjir, Gubernur Sumbar Mahyeldi: Segera Pasang Bronjong & Geobag di Sungai Batang Tapan

Mahyeldi meninjau titik-titik yang terdampak banjir akibat luapan Batang Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Tapan, Pesisir Selatan, Sabtu (29/5/2021).

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau titik-titik yang terdampak banjir akibat luapan Batang Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Tapan, Pesisir Selatan, Sabtu (29/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi meninjau titik-titik yang terdampak banjir akibat luapan Batang Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Tapan, Pesisir Selatan, Sabtu (29/5/2021).

Usai melakukan peninjauan, Mahyeldi mengatakan dalam waktu dekat Pemprov Sumbar bersama Dinas PU dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSSV) akan segera membuat bronjong.

Hal itu sebagai solusi penanganan banjir akibat luapan Batang Tapan.

Baca juga: Datangi Korban Banjir di Tapan Pessel, Mahyeldi: Apa yang Menimpa Masyarakat juga Terasa oleh Kami

"Segera pasang 1.000 unit bronjong dan 454 geobag. Bronjong dibuat sebagai penanganan darurat di tanggul-tanggul yang jebol," kata Mahyeldi.

Secara total, Mahyeldi menyebutkan untuk normalisasi sungai Batang Tapan dibutuhkan dana Rp 1,2 triliun.

Sementara, yang diusulkan baru sebesar Rp500 Miliar dari total kebutuhan anggaran.

"Mohon doa dan dukungan Bapak Ibu semua, menjelang itu akan ada anggaran dari provinsi Rp 15 miliar. Itu dilakukan bertahap," tutur Mahyeldi.

Baca juga: Sering Dilanda Banjir, Harapan Wali Nagari Binjai Tapan Pessel: Segera Lakukan Tanggap Darurat

Sementara itu seorang warga yang juga kebetulan penjaga sekolah SMKN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan Muliadi mengatakan, setiap hujan air langsung naik dan menghantam pemukiman.

"Asal debit air naik, langsung banjir. Walaupun di sini tidak hujan, tapi di hulu hujan, kita kena itu," tutur Muliadi.

Menurutnya ketinggian air mencapai 2 meter. Biasanya ia mengungsi ke tempat yang tinggi, ke rumah-rumah sanak keluarga.

"Seringkali banjir bahkan tiap hari. Sekolah terdampak, kami membersihkannya bersama-sama," ujar Muliadi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved