Breaking News:

VIRAL Ribuan Lalat Serbu Rumah Warga Koto Tingga di Kab Solok: Kami Berebut Makanan dengan Lalat

VIRAL Ribuan Lalat Serbu Rumah Warga Jorong Koto Tingga Kabupaten Solok, Rahmat Deni: Kami Berebut Makanan dengan Lalat

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
istimewa
Warga Jorong Koto Tingga Kabupaten Solok menunjukkan ribuan lalat menyerbu rumah mereka. Lalat harus dijebak menggunakan kertas lem setiap hari. 

"Mau tak mau warga harus mengeluarkan biaya untuk beli lem lalat," tambah Rahma Deni.

Dalam sehari, kata Rahma Deni, bisa menghabiskan 10 lem lalat.

Sepuluh lem itu akan dipasang di beberapa titik di rumahnya.

Ia menyebut harga satu lem yakni Rp1.500. Lalat itu berkumpul di beberapa titik.

Apabila ada orang yang mengusik lalat tersebut, maka akan terlihat jelas ribuan lalat itu berterbangan.

Ia mengatakan meski pihaknya sudah berusaha mengendalikan serangan lalat tersebut dengan menggunakan lem lalat, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Sebab, jumlah lalat sangat banyak.

Menurut Rahma Deni jumlah lalat yang ribuan, tidak cukup dengan bantuan lem lalat, lagian kalau pun cuma lem lalat solusi mereka, tidak akan mencegah lalat

"Warga sebenarnya tidak butuh lem lalat, tapi lalat tidak sampai lagi di rumah-rumah," imbuh Rahma Deni.

Rahma Deni menyatakan sudah tidak betah lagi dengan kerumunan lalat di sekitar rumahnya.

Pasalnya keberadaan lalat itu tidak hanya sehari, tetapi berbulan-bulan.

Apalagi warga sulit untuk makan karena banyaknya lalat yang hinggap sehingga dikhawatirkan berbahaya untuk kesehatan.

"Dalam video yang saya unggah itu anak saya. Saya pasti khawatir sekali dengan kesehatannya, masih kecil dan rawan sakit," ungkap Rahma Deni.

Protes, menurut Rahma Deni, sudah sering disampaikan, namun hingga kini tidak mendapat respons apa-apa dan peternakan tersebut terus saja berproduksi.

Warga juga telah meminta pemerintah turun tangan untuk mengatasi keberadaaan usaha peternakan ayam petelur yang berada di dekat permukiman warga.

"Warga sudah mencoba mengeluarkan aspirasi ke pihak pemerintahan untuk menutup semua kandang ayam. Tapi pihak pemerintahan tetap saja membiarkanya," ujar Rahma Deni.

Warga, kata Rahma Deni juga meragukan kzin usaha kandang-kandang ayam tersebut.

Pasalnya, setiap kali warga menanyakan surat izin ke pihak pemerintahan nagari dan pengusaha kandang ayam mereka tidak bisa memperlihatkan.

"Dengan media kita berharap, pihak berwenang menindak langsung ke kandang ayam ini, apakah kandang ini sudah memenuhi semua standart," harap Rahma Deni. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved