Kapal Mati Mesin, Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut Pasaman Barat Semalaman

Seorang nelayan terombang-ambing di tengah laut Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), selama satu malam.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
Istimewa
Seorang nelayan saat dievakuasi setelah semalaman terombang-ambing di tengah laut Pasaman Barat, Sumbar, Senin (17/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Seorang nelayan terombang-ambing di tengah laut Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), selama satu malam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan, warga tersebut bernama Buyung Herman (39) yang merupakan nelayan pencari kepiting.

Korban merupakan warga Jorong Pondok Sasak, Kabupaten Pasaman Barat.

Baca juga: Ratusan Angkutan Barang Mulai Lewati Perbatasan Sumbar-Riau, 38 Kendaraan Disuruh Putar Balik

"Kita mendapatkan informasi adanya kondisi membahayakan manusia, yaitu warga pencari kepiting hilang di laut Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat," ujar Asnedi.

Kata dia, pihaknya mendapatkan laporan tersebut dari Kepala Jorong Pondok Nagari Sasak.

"Korban berangkat mencari kepiting sejak Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 08.05 WIB menggunakan perahu," katanya.

Namun, korban yang mencari kepiting tersebut tidak kunjung kembali sehingga membuat pihak keluarga khawatir.

Baca juga: Ambulans Bantuan Pemko Padang Bantu Warga Palestina, Gubernur Mahyeldi: Alhamdulillah Bermanfaat

"Akhirnya kita turun untuk melakulan pencarian dan korban ditemukan dengan selamat," katanya.

Selanjutnya korban dievakausi dan langsung dibawa ke rumahnya. Sedangkan operasi SAR ditutup.

Senada, Koordinator Pos Pasmaan, Zulfahmi mengatakan, korban berhasil ditemukan dengan selamat.

"Sampan yang dinaiki korban itu mengalami mati mesin, awalnya itu hilang kontak sehingga dilakukan pencarian," ujarnya.

Baca juga: Kantongi 15 Poin, Semen Padang FC Lolos ke Final Indonesia e-Football Cup 2021

Ia juga mengatakan korban berangkat menggunakan perahu untuk mencari kepiting.

Namun, saat berada di tengah laut mengalami insiden mati mesin sehingga tidak dapat kembali.

"Saat subuh tadi turun kakaknya melakukan pencarian ke laut, dan berhasil ditemukan dengan selamat," katanya.

Dijelaskannya, selama satu malam korban bertahan di atas sampan di tengah laut akibat mati mesin.

"Korban ditemukan dengan jarak 5 mil arah barat daya dari pantai dia berangkat," sebutnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved