Breaking News:

Uji 86 Sampel Takjil, BPOM Padang Temukan Cendol Delima Mengandung Pewarna Berbahaya

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) di Padang telah melakukan pengawasan pangan takjil di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
tribunPadang.com/RimaKurniati
Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) di Padang menunjukan cendol delima mentah yang mengandung bahan berbahaya, Senin (10/5/2021). BPOM Padang menguji 86 sampel takjil yang diambil di beberapa tempat selama Ramadhan 2021. 

Firdaus Umar mengakui, agak susah mengindentifikasi makanan yang diduga menganduk bahan berbahaya tersebut.

Untuk antisipasi masyarakat membeli pangan yang mengandung bahan berbahaya, BPOM di Padang juga melakukan sosialisasi pangan sehat kepada masyarakat.

"Kita juga melatih petugas pasar untuk bisa menguji pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya, sehingga pangan yang dijual di pasaran memenuhi ketentuan," tambahnya.

Firdaus Umar mengatakan, bahan berbahaya lain seperti borak yang biasa dalam kerupuk, bakso, mie tidak dijumpai lagi.

Begitupun dengan pewarna kuning rianil dan pengawet formalin.

"Untuk Pasar Pabukoaan di RTH Imam Bonjol memang uji cepatnya ditemukan pangan mengandung borak, namun setelah diuji laboratorium kembali hasilnya negatif," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved