Breaking News:

Presiden Promosikan Bipang Ambawang, Mendag Minta Maaf Karena Telah Menimbulkan Kesalahpahaman

Terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner khas daerah Indonesia, menuai polemik karena menyebut bipang (bab

Editor: Mona Triana
Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) silaturahmi dengan perwakilan keluarga awak KRI Nanggala-402 di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Kamis (29/4/2021). 

"Tidak boleh dikonsumsi. Tidak boleh dipakai," tegas dia.

Ia pun meminta Jokowi untuk mengevaluasi tim komunikasi agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Pembuat brief dan teks dalam pidato Presiden adalah pihak yang paling bertanggung jawab," pungkasnya.

Ngabalin Menilai Tak Ada yang Salah

Ali Mochtar Ngabalin melaporkan dua orang  atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12/2020).
Ali Mochtar Ngabalin melaporkan dua orang atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12/2020). (Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menilai pernyataan Presiden Jokowi soal kuliner nusantara tak ada yang salah.

Mengutip Tribunnews, Ngabalin mengungkapkan pernyataan yang diberikan Jokowi adalah bagian dari acara Kementerian Perdagangan dalam rangka mempromosikan kuliner khas Indonesia.

"Acara ini adalah acara yang digelar oleh Departemen Perdagangan dalam rangka mempromosikan, kan kita cinta pada produk-produk nusantara kita," ujarnya dalam program Sapa Indonesia Malam, dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (8/5/2021).

"Jadi memang kalau bicara soal lebaran, orang mengidentikkan dengan pulang kampungnya orang Islam," lanjut dia.

Ia pun meminta agar masyarakat menyikapi insiden ini secara tenang.

Ngabalin juga menegaskan, pada libur Hari Raya Idulfitri mendatang, tak hanya umat Muslim yang berlibur.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved