Breaking News:

Napi Kabur di Muara Labuh

Soal 8 Napi yang Kabur dari Rutan Muara Labuh, Kemenkumham Sumbar Minta Bantuan Polda

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Barat (Sumbar) meminta

ISTIMEWA
Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Polda Sumbar melakukan pertemuan terkait 8 narapidana yang melarikan diri di Rutan Muara Labuh, belum lama ini. Selanjutnya, dilakukan sesi foto bersama, Senin (3/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Barat (Sumbar) meminta bantuan Polda Sumbar terkait delapan narapidana (Napi) yang melarikan diri di Rutan Muara Labuh.

Kepala Kemenkumham Sumbar, R Andika Dwi Prasetya, meminta bantuan tersebut saat dirinya, bersama Kepala Divisi saat mengunjungi Kapolda Sumbar pada Senin (3/5/2021) lalu.

Diketahui, kegiatan ini dilakukan terkait dengan koordinasi, kolaborasi dan sinergitas antar aparatur penegak hukum.

Baca juga: Kapolres Solok Selatan Perintahkan Anggotanya Tangkap, Napi Kabur dari Rutan Kelas IIB Muara Labuh

Baca juga: 8 Napi Lapas Muaro Padang Dipindahkan ke Palembang, Ada yang Gara-gara Berencana Kabur

Pertemuan ini juga dibahas permohonan bantuan dalam penangkapan kembali 8 orang pelarian dari Rutan Muara Labuh beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto menyambut baik kunjungan tamunya kali ini, serta bersedia untuk menangkap 8 napi yang kabur tersebut.

"Kami siap membantu, dalam mencari napi (narapidana) yang kabur dari Rutan," kata Irjen Pol Toni Harmanto.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Sumbar, Andika Dwi Prasetya berharap dukungan dari Kapolda Sumbar berserta jajarannya, dengan dilakukan koordinasi terkait optimalisasi Patroli Sambang oleh pihak Kepolisian ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Sumatera Barat jelang Idul Fitri 1442 Hijriah. 

"Semoga pimpinan Polda Sumbar beserta jajaran dapat membantu untuk melakukan pelacakan, pencarian dan penangkapan kembali narapidana bersama dengan Satops Patnal yang tengah melakukan pencarian terhadap napi yang kabur tersebut," ujar Andika Dwi Prasetya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang, Era Wiharto .

Menurutnya, dengan adanya koordinasi ini, ke depannya dapat membawa dampak positif bagi Lapas Padang.

"Lapas Padang sebagai Lapas yang berada di ibukota Provinsi dengan isi lebih kurang 900 orang WBP, rawan akan ancaman terjadinya gangguan kamtib," katanya.

Selanjutnya, Era berharap koordinasi merupakan salah satu langkah dalam antisipasi dini terhadap gangguan kamtib dalam Lapas.(*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved