Aturan Perjalanan di Bandara Internasional Minangkabau Selama Ramadan dan Mudik Lebaran 2021

Aturan Perjalanan di Bandara Internasional Minangkabau Selama Ramadan dan Mudik Lebaran 2021

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumbar. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah mengambil sejumlah langkah terkait kebijakan pelarangan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Humas BIM Fendrick Sondra mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah untuk meminta ditempatkan Petugas Satgas Covid-19 di bandara.

"Petugas di bandara dibutuhkan sebagai verifikator dokumen perjalanan dalam masa larangan mudik," kata Fendrick, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Kabupaten Limapuluh Kota Terendam Banjir, Tim SAR Turun Bantu Korban

Baca juga: Banjir Melanda 3 Jorong di Kabupaten Limapuluh Kota Dilaporkan Puluhan Rumah Terendam

Kemudian, PT Angkasa Pura II juga membuat Posko Terpadu Pengendalian Larangan Mudik sesuai perintah SE 13 tahun 2021.

Selain itu, BIM juga menetapkan berlakunya persyaratan dokumen kesehatan (Rapid Test) sesuai yang dimaksud Addendum SE 13 tahun 2021 dimulai tanggal 24 April 2021 pukul 00.01 WIB.

Fendrick menjelaskan, sesuai edaran terkait larangan mudik itu per 24 April sampai 5 Mei sudah mulai pengetatan.

"Penumpang bisa menggunakan rapid antigen, namun masa berlakunya hanya satu hari," terang Fendrick.

Kemudian, mulai 6 Mei 2021 baru diberlakukan pelarangan mudik, keberangkatan melalui BIM hanya diperbolehkan bagi yang memenuhi ketentuan saja.

Baca juga: Kecurangan Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu Medan Terbongkar, 5 Orang Diamankan

Baca juga: Terkini, Jadwal Kereta Api Lembah Anai Rute Kayu Tanam ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

Seperti penumpang yang memiliki kepentingan dinas dengan menyertakan surat tugas, melahirkan, keluarga sakit, dan keperluan lainnya.

Selain itu, hasil rapid test harus negatif maksimal 2 kali 24 jam. 

Apabila menggunakan tes GeNose, berlakunya cuma satu kali keberangkatan, sedangkan rapid tes PCR maksimal tiga kali 24 jam. 

Fendrick menyebut pada saat pelarangan mudik bandara tetap melayani layanan penerbangan dengan syarat-syarat tertentu. 

"Nanti lebih fokus pada kargo, barang-barang kiriman. Penerbangan tetap ada, jumlah penerbangan akan dikonfirmasi ulang," ujar Fendrick.

Sementara, masa pengetatan mudik pada 18-24 Mei syarat penerbangannya penumpang harus menyertakan hasil rapid test PCR maksimal 1 kali 24 jam, sedangkan negatif GeNose sebelum keberangkatan.

Ia berharap dengan langkah yang telah disiapkan oleh Bandara untuk menyikapi larangan mudik, masyarakat dapat mematuhi dan mengikuti apa yang telah menjadi ketetapan oleh Pemerintah. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved