Breaking News:

Rian Afdol Lelaki Asal Kabupaten Tanah Datar Kembangkan Hobi Mengukir Kaca Jadi Karya Bernilai Jual

Rian Afdol (28) warga yang beralamat di Jorong Balai Labuah Ateh, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) memanfaatkan h

istimewa
Hasil Karya Seni Grafir Kaca yang Dibuat oleh Rian Afdol (28) Warga yang Beralamat di Jorong Balai Labuah Ateh, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Rian Afdol (28) warga yang beralamat di Jorong Balai Labuah Ateh, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) memanfaatkan hobi menjadi pemasukan.
Rian awalnya merantau di Jakarta, akibat adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 Rian harus pulang kampung.
Setelah pulang ke kampung halamannya, Rian memanfaatkan hobi grafir menjadi sebuah profesi yang ditekuninya sampai saat ini.
Seni grafir kaca atau mengukir di atas kaca sudah dilakoni Rian Afdol (28) sejak Januari 2021.
"Pada Agustus tahun 2020 saya pulang dari Jakarta karena pandemi Covid-19, rencananya saya mau membuka kriya kayu," kata Rian Afdol (28), Kamis (22/4/2021).
Ia menceritakan, kalau dirinya dahulunya memang sudah memiliki dasar menggemari kriya kayu.
Namun, ia mengaku belum begitu serius untuk mengembangkan dan menjadikannya sebuah profesi.
"Saya itu awalnya mau kayu dengan teknik grafir. Akhirnya saya lengkapi alat-alatnya. Saat alat grafir saya lumayan lengkap, lalu saya mencoba media selain kayu," kata Rian Afdol (28).
Rian pernah mencoba membuat seni melukis grafir dengan medianya batu, dan besi seperti pisau.
"Itu saya jalani sekitar bulan Agustus sampai akhir Desember 2020. Pada saat Desember 2020, barulah saya mulai mencoba memakai media kaca," katanya.
Ia sempat berdiskusi dengan teman-temannya di Teater Imam Bonjol dan mendapat respon positif.
"Maka, akhirnya saya pilih botol sebagai media utama. Ya, awalnya botol kaca biasa saja. Itupun tidak pakai lampu, lalu terus berdiskusi dengan teman-teman," katanya.
Akhirya Rian meningkatkan kemampuannya dalam pembuatan seni melukis grafir agar karyanya dapat diminiati dan menjadi sebuah usaha.
"Kalau untuk teknis pembuatannya, pertama-tama kita buat desainnya di kertas. Lalu kita tempelkan kertas ke media kaca dengan memberikan lem," katanya.
Ia mengingatkan, hal yang paling penting dalam membuat desain adalah mencocokkan proporsi atau perbandingan antara perencanaan gambar dengan bidang kaca.
Ia menyebutkan, kalau desainnya sudah siap, lalu dipindakan ke kaca lagi.
Proses selanjutnya, baru mulai di grafir atau diukir.
"Setelah selesai proses grafir. Dibuatkan stand-nya untuk diberikan lampu. Terakhir memang satu set dengan lampu, kalau istilah teknisnya jenis karya ini adalah instalasi grafir kaca," sebutnya.
Alat yang digunakan dalam pembuatan grafir kaca adalah drill atau sejenis bor kecil, tang, penggaris, dan lainnya.
"Harganya Rp 150 ribu, sesuai bahan dan desainnya. Kalau yang akrilik dan kaca standar itu sama harganya. Bisa juga konsumen yang menyediakan bahannya atau medianya," kata dia.
Hal itu agar lebih variatif dan karyanya tidak terbatas pada botol yang ia ounya saja.
"Jadi konsumen bisa membawa botolnya sendiri, dan menentukan desainnya sendiri," katanya.
Pembuatan grafir kaca bisa memakan waktu 1 hari bahkan sampai 4 hari pengerjaan.
"Ada bahannya akrilik dan ukuran kacanya 21x30 cm, pengerjaannya sampai 2 hari. Pemesanan bisa melalui WhatsApp 0852 6573 0937 dan melalui sosial media Instagram @kaco_kaco," katanya. (*)
 
 
 
Penulis: Rezi Azwar
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved