Breaking News:

Soal Kemunculan Buaya Besar di Manggopoh Kabupaten Agam, KSDA: Batang Antokan Memang Habitatnya

Beberapa hari yang lalu, viral video kemunculan buaya berukuran besar di Padang Kiau, Jorong Sago, Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

TribunPadang.com/Rahmat Panji
Kemunculan buaya muara sedang berjemur di bawah jembatan Jalan Duku Sabtu pagi (27/3/2021). Beberapa waktu lalu juga muncul buaya berukuran besar di Padang Kiau, Jorong Sago, Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Beberapa hari yang lalu, viral video kemunculan buaya berukuran besar di Padang Kiau, Jorong Sago, Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam video yang diunduh oleh akun instagram @info_agam, tampak beberapa orang warga merekam penampakan buaya tersebut.

Dalam potongan video tersebut, terdengar suara perekam video, bahwa ia baru pertama kali lihat buaya di alam secara langsung.

Baca juga: UPDATE Korban Hilang di Pesisir Selatan, Petugas Bertemu Buaya dan Terkendala Gelombang Tinggi

Baca juga: Pria Hilang Misterius dari Sampan di Sungai Pesisir Selatan, BPBD Sebut Lokasi Habitat Buaya

Si perekam video juga berujar "paso gadang e" yang berarti luar biasa ukuran (buaya) nya.

Terdengar juga percakapan antar mereka , katanya "sinilah, jangan ribut"

Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra, mengatakan lokasi kemunculan buaya di video tersebut adalah aliran Sungai Batang Antokan.

"Sungai Batang Antokan tersebut, memanglah habitatnya buaya," ujar Ade, saat dihubungi Selasa (20/4/2021) lalu.

Melalui video yang juga ia tonton, ujarnya buaya yang berjemur memang berukuran cukup besar.

Setidaknya berukuran 4 meter.

Mengenai penampakan buaya itu, kata Ade, adalah aktivitas biasa.

Baca juga: Kemunculan Satu Ekor Buaya di Bawah Jembatan Duku Padang Pariaman Jadi Tontonan Warga

Baca juga: Heboh! Buaya Muncul di Pantai Tiku Agam, BKSDA Pasang Tanda Larangan untuk Berenang

"Itu adalah aktivitas normal, biasanya buaya berjemur pagi hingga siang hari," tambahnya.

KSDA mengimbau warga sekitar waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di dalam sungai ataupun di pinggir sungai.

Pihaknya belum bisa datang ke lokasi karena masih menangani konflik harimau di Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur.

"Kami masih fokus tangani konflik harimau di Matur dulu, karena perangkap sedang terpasang sekarang," imbuhnya. (*)

Penulis: Wahyu Bahar
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved