Breaking News:

Selfi Farisha, Perempuan Pertama dan Termuda Menjadi Direktur Semen Padang Hospital

Selfi Farisha menjabat sebagai Direktur Internal Semen Padang Hospital (SPH) perempuan pertama dan termuda. Menjadi seorang dokter merupakan cita-cit

TribunPadang.com/Panji Rahmat
Direktur Internal Semen Padang Hospital Selfi Farisha 

“Saya tidak masalah ketika berkuliah tidak bisa bertemu atau bersosialisasi dengan teman SMA atau teman lainnya, namun saya masih bisa untuk bersosialisasi dengan teman-teman sesama di kedokteran,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan kuliah dan koas, Selfi melanjutkan intensif agar bisa bertugas menjadi seorang dokter. 

“Selesai Koas itu tahun 2012 lalu saya lanjut intensif biar bisa bertugas, intensif itu satu tahun,” terangnya.

Setelah intensif barulah Selfi bekerja di SPH pada Agustus 2013, ia memulai karir di SPH sebagai dokter penjaga sampai akhirnya bisa menjadi direktur. 

“Saya mulainya dari nol dulu, pada tahun 2013 saya jadi dokter penjaga, lalu mutasi di tahun 2015 verivikator internal BPJS SPH, 2016 saya mutasi menjadi supervisor penunjang medis, lalu baru pada 2017 saya promosi menjadi kepala bagian penunjang medis,” kata ibu tiga anak ini.

Selanjutnya pada tahun 2020 tepatnya bulan November barulah Selfi menjadi seorang direktur internal SPH. 

“Prosesnya panjang dan saya juga tidak menyangka bisa sampai pada tahap ini, namun ini bukan akhir dari perjalanan saya sebagai seorang dokter saya masih ada pencapaian lain tentunya,” jelas wanita yang sedang melanjutkan kuliah S2 di Unand itu.

Sekarang Selfi sedang melanjutkan studi S2nya di Unand jurusan manajemen rumah sakit.

Namun, di antara kesibukan yang dimiliki Selfi mengaku tidak kewalahan dalam membagi waktunya dengan keluarga. 

Baca juga: Semen Padang Hospital Tandatangani Perjanjian Kerjasama RS BUMN Tahap III dengan Pertamedika IHC

Baca juga: Warga Padang Panjang Hendak Ke Bali Malahan Positif Corona, Diisolasi di Semen Padang Hospital

“Alhamdulillah sampai sekarang semua masih bisa saya manage dengan baik jadi tidak ada kecemburuan antara keluarga dan pekerjaan saya,” katanya.

Ia juga mengaku bahwa sebelum menjadi seorang direktur sebenarnya sudah ada pembicaraan dengan suami dan keluarga saya terkait keputusan ini. 

Sekarang semua tergantung pada dirinya, apakah dia mampu untuk mengatur waktu antara mengurus pekerjaan serta keluarga. 

“Kalau di rumah sakit saya harus menyelesaikan tugas professional, sedangkan di rumah saya kembali menjadi sosok seorang ibu,” jelas Selfi.

Pagi saya menyiapkan makanan serta seragam anak untuk sekolah, nanti sewaktu pulang saya kembali mengurus mereka sampai sebelum mereka tidur. 

“Walaupun waktunya mepet saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan waktu,” tukasnya. 

Menurutnya menjadi wanita tidak melulu soal hakikat sebagai seorang wanita, dimana wanita harus selalu mengurus rumah tangga dan keluarga. 

Dalam rangka Hari Kartini pada 21 April 2021 ini, Selfi memberikan pesan pada pembaca TribunPadang.com.

“Setiap perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk berkarya, untuk memajukan potensi dirinya, jangan mudah menyerah tetap menjadi perempuan yang tangguh tapi tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan atau ibu rumah tangga,” Kata Selfi Farisha. (*)

 
 

Penulis: Panji Rahmat
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved