Selfi Farisha, Perempuan Pertama dan Termuda Menjadi Direktur Semen Padang Hospital

Selfi Farisha menjabat sebagai Direktur Internal Semen Padang Hospital (SPH) perempuan pertama dan termuda. Menjadi seorang dokter merupakan cita-cit

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Direktur Internal Semen Padang Hospital Selfi Farisha 

Ternyata hasil dari ujian tersebut tidak memuaskan hatinya, Selfi lulus pada pilihan kedua. 

Namun, Selfi tidak patah arang dengan nasib yang demikian, ia tetap ikut bimbel sambil menjalani kuliah di Fakultas Teknik Industri. 

“Saya masih tetap ingin menjadi dokter, namun saya tetap menjalankan perkuliahan di teknik industri,” terangnya. 

Tekadnya yang kuat ternyata juga didukung oleh orang tuanya. 

Baca juga: Sambut Hari Kartini, Karyawati dan Para Istri Karyawan PLN Sumbar Santuni Anak Yatim

Baca juga: Hari Kartini, Berikut 21 Ucapan dan Kutipan yang Cocok untuk Status WhatsApp, Instagram dan Facebook

“Orang tua saya itu tidak pernah mengekang anaknya, selalu membebaskan saya untuk pilihan yang saya inginkan,” kata Selfi.

Dukungan dari orang tua tersebutlah yang membuat Selfi semakin giat untuk mengikuti bimbel sembari menjalani kuliah. 

Alhasil pada tahun 2006, Selfi kembali mengikuti ujian masuk kuliah, pada ujian kedua ia lulus di kedokteran Unand

“Jadi masuk kedokteran itu pada tahun 2006, sebelumnya saya berkuliah di teknik industri,” imbuhnya.

Tekadnya yang kuat itu juga muncul dari didikan keluarganya yang luar biasa menurutnya, selain itu sebagai anak pertama keteguhan hatinya sangat sulit untuk di patahkan. 

“Kebetulan saya itu anak pertama jadi kareh angok (keras kepala) kalau orang padang bilang,” jelas ibu 3 anak itu. 

Kekerasan hati Selfi untuk menjadi seorang dokter dijawab ketika bisa menyelesaikan perkuliahan dalam waktu 5 tahun 8 bulan. 

“Kalau untuk menjadi dokter sebenarnya tidak gampang karena banyak hal yang harus saya korbankan, namun hal tersebut bisa saya selesaikan sehingga saya tamat pada tahun 2012,” paparnya.

Selfi menjelaskan kuliah di kedokteran harus mengerahkan waktu, tenaga, fikiran dan lingkungan sosialnya. 

“Saya kaget sekali saat perkuliahan dinamikanya sangat berbeda waktu saya kuliah di teknik dulu,” terangnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved