Breaking News:

Peringatan Hari Bumi 2021 di Sumbar: Bersama Merawat Bumi dengan Menebar Eco Enzyme

Pandemi Covid 19 yang menghancurkan sendi kehidupan social, ekonomi dan budaya manusia di seluruh dunia masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan be

ISTIMEWA/DOK.PRIBADI RAHMI
Sejumlah panitia menyiapkan acara Peringatan Hari Bumi 2021, yang akan dilaksanakan pada Kamis (22/4/2021) mendatang. Rencananya, acara akan diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari Komunitas Eco Enzyme, WALHI Sumatera Barat dan undangan lainnya. 

Situasi ini sebenarnya sudah pernah dipotret oleh Rachel Carson dalam buku “Silent Spring” yang diterbitkan April 1962 menggambarkan dunia tidak baik-baik saja dengan mewabahnya virus-virus ganas.

Mewabahnya virus, penyakit dan kuman ini karena rusaknya habitat mereka karena ulah manusia. 

Pada April 1970, Gaylord Nelson seorang pengajar lingkungan di Amerika Serikat menggagas aksi penduli lingkungan dan pendidikan public tentang polusi.

Aksi Nelson tergerak setelah melihat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tumpuhan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Nelson dibantu oleh Dennis Hayes dan Pete McCloskey serta 85 orang staf berhasil mengorganisir 20 juta orang di seluruh Amerika Serikat untuk memulai protes pada 20 April 1970.

Aksi Nelson menjadi tonggak sejarah peringatan Hari Bumi setiap tahunnya yang diperingati pada setiap tanggal 22 April.

Dan hari ini kita melihat bumi kita tidak baik-baik saja, beban akibat kerusakan lingkungan yang kita tanggung selama ini tidak hanya Pandemi Covid 19 tapi juga bencana ekologis, polusi udara, polusi air dan polusi tanah yang tidak hanya disebabkan oleh industri.

Namun, ini juga terkait penggunaan bahan kimia untuk keperluan rumah tangga dan pertanian dalam jumlah yang tidak terkendali. (*/rel)

Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved