Breaking News:

Positivity Rate Covid-19 Sumbar Naik Jadi 16 Persen, Ini Kata Wagub Audy Joinaldy

Angka positivity rate Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) terus meningkat.  Terakhir, kondisi positivity rate Covid-19 atau rasio jumlah kasus positi

ISTIMEWA/BIRO HUMAS SETDAPROV SUMBAR
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy melaksanakan Salat Jumat bersama jamaah Masjid Al-Rasul di Jalan Parak Karambia, Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Jum'at (12/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Angka positivity rate Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) terus meningkat. 

Terakhir, kondisi positivity rate Covid-19 atau rasio jumlah kasus positif di Sumbar mencapai 16 persen. 

Menyikapi hal ini, Wagub Sumbar Audy Joinaldy memberikan penjelasan.

"Beberapa hari ini PR Covid-19 Sumbar tinggi. Cukup banyak kasus di klaster pendidikan, termasuk pesantren Ramadan yang bisa menjadi klaster baru."

Baca juga: UPDATE Corona Padang, Pasien Covid-19 di Padang Bertambah 66 Orang, Sudah 16.442 Terpapar

Baca juga: Update Corona Indonesia Bertambah 5.041 Positif, 5.963 Sembuh, dan 132 Meninggal

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 16 April 2021 Pagi, Sudah 33.559 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

"Kemudian sekarang Covid-19 juga sudah masuk ke nagari-nagari dan jorong-jorong," ujar Audy dalam diskusi online Kawal Covid-19 Sumbar, Minggu (18/4/2021) malam.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada solusi yang pas.

Dia menyampaikan solusi yang ada di DKI Jakarta belum tentu cocok untuk Sumbar, begitu juga dengan solusi yang ada di Jawa Barat.

Baca juga: Update Corona Indonesia - Kamis 15 April 2021: Pasien Positif Tambah 6.177 dan Sembuh 6.362

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 14 April 2021 Pagi, Sudah 33.227 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: Antisipasi Pemprov Sumbar Jalankan Puasa Ramadan Saat Pandemi Corona, Ini Arahan Gubernur Mahyeldi

Hal itu karena ada perbedaan adat istiadat, budaya, dan lain sebagainya.

Audy berharap semua pihak mencoba mencari solusi kebijakan apa yang bisa diberikan. 

Kata dia, Sumbar sudah punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Karena itu, penegakan hukum perlu supaya ada efek jera. 

"Saat ini yang diperlukan ialah penegakan hukum yang tegas dengan melibatkan TNI dan Polri," tegas Audy.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 2 April 2021 Pagi, Sudah 31.862 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 1 April 2021 Pagi, Ada 31.728 Warga Terinfeksi Covid-19, Ini Sebarannya

Baca juga: UPDATE Corona Indonesia 19 Maret 2021: Total 1.450.132 Positif dan 1.278.965 Sembuh

Audy kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, masyarakat tetap harus mengikuti protokol 3M, membatasi mobilitas dan mendukung upaya 3T (tracing, tracking, treatment). 

"Kalau kita menekan Covid-19, ekonomi makin jelek. Kalau dibiarkan, kasus Covid-19 makin naik, ekonomi makin turun. Ini buah simalakama. Situasi yang sangat tidak menyenangkan," tutur Audy. (*)
 

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved