Breaking News:

Bareskrim Polri Tetapkan 3 Oknum Polisi Sebagai Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Bareskrim Polri menetapkan 3 anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan unlawful killing terhadap 6 orang laskar FPI.

Google.com
Ilustrasi Bareskrim Polri. 

TRIBUNPADANG.COM - Tiga Personel Polda Metro Jaya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap 6 orang laskar FPI di jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat.

Satu orang tersangka berinisial EPZ meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas sehingga status hukumnya akan langsung digugurkan oleh penyidik.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Kamis kemarin.

"Pada hari kamis kemarin, penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa KM 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka," kata Brigjen Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Bikin Video Deklarasi Bebaskan Habib Rizieq, Pemuda Ini Minta Maaf karena Libatkan Siswa SMA

"Akan tetapi ada satu terlapor inisial EPZ meninggal dunia berdasarkan 109 KUHAP, karena yang bersangkutan meninggal dunia maka penyidikannya langsung dihentikan," ungkap dia.

Atas dasar itu, pihaknya akan melanjutkan penyidikan sebagai tersangka terhadap dua personel Polri yang terlibat dalam kasus tersebut. Polri berjanji penyidikan akan dilakukan secara transparan.

"Jadi kelanjutannya terdapat dua tersangka anggota yang terlibat dalam peristiwa KM 50. Oleh karena itu pada rekan-rekan sekalian kita tunggu saja, tugas yang dilaksanakan penyidik untuk dapat menuntaskan kasus KM 50 ini secara profesional, transparan dan akuntabel," tukas dia.

Enam Laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab tewas ditembak polisi di Jalan Tol Cikampek Kilometer 50 pada Senin (7/12/2020) sekitar pukul 00.30 WIB.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan adanya dugaan terjadi unlawful killing dalam kasus penembakan yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 itu.

Baca juga: Siarkan untuk Datangi Polda Metro Jaya, Habib Rizieq Kemukakan Tak Perlu Dijemput

Baca juga: Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka, FPI Datangi Mapolda Metro Jaya, Jemput Surat Penangkapan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta polisi transparan dalam menjelaskan kematian anggota Polri yang menjadi terduga penembak Laskar FPI dalam perkara pembunuhan di luar hukum (unlawful killing).

Anggota Komnas HAM M. Choirul Anam mengatakan transparansi sangat diperlukan supaya masyarakat tidak bertanya-tanya soal meninggalnya satu terduga penembak 6 Laskar FPI itu.

"Kami harap Kepolisian dapat menjelaskan secara rinci agar publik tidak bertanya-tanya," kata Choirul Anam dilansir dari Antara, Selasa (6/4/2021).

Choirul menambahkan Komnas HAM mendapatkan banyak pertanyaan dari masyarakat terkait kematian satu orang terduga penembak empat Laskar FPI, apakah normal atau tidak. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 3 Personel Polda Metro Jaya Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Unlawful Killing Laskar FPI dan Bisnis.com dengan judul "3 Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Jadi Tersangka" 

Editor: Mega Satriani Purwaningtyas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved