Breaking News:

Berita Padang Hari Ini

Nelayan Ombak Puruih Kota Padang Melaut Saat Cuaca Buruk, Alhasil Tangkapan Ikan Sedikit

Puluhan nelayan yang berada di Pantai Purus Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kesulitan melaut sekaligus menangkap ikan.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Sejumlah nelayan yang berada di Pantai Purus Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (2/4/2021) kini mengalami kesulitan melaut sekaligus menangkap ikan. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Puluhan nelayan yang berada di Pantai Purus Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kesulitan melaut sekaligus menangkap ikan.

Pantauan TribunPadang.com, pada Jumat (2/4/2021) para nelayan yang tergabung dengan kelompok nelayan Ombak Puruih Kota Padang hanya duduk di sebuah warung.

Salah seorang nelayan, Safriadi (42), mengaku kesulitan melaut menangkap ikan dikarenakan angin kencang, dan cuaca buruk.

Menurutnya, biasanya Ia pergi menangkap ikan dari subuh hingga sore hari, sekitar pukul 3 sore atau 15.00 WIB.

"Sejak seminggu belakang, siang sudah balik lagi. Karena cuaca buruk ini," kata Safriadi, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Bagaimanakah Sifat dari Tokoh-tokoh dalam Cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’?

Menurutnya, saat cuaca buruk, jika dipaksakan lama berasa di laut kapal miliknya bisa hancur dan tenggelam.

"Hari ini (Jumat -red) tetap melaut sampai siang, kalau tidak melaut gimana mau makan," ungkapnya.

Safriadi mengatakan, hasil tangkapan ikannya juga sedikit dari biasanya, biasanya bisa terjual Rp 100 sampai Rp 150 ribu.

Sementara saat cuaca buruk ini, hanya bisa terjual Rp 50 Ribu.

"Biasa jual satu onggok sekitar Rp 15 ribu, kalau hari ini paling banyak terjual hanya Rp 50 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, nelayan lain Nursamoyong (58) mengatakan nelayan kelompok Ombak Puruih beranggota 30 orang.

"Hampir merata semuanya tidak melaut kalau cuaca buruk, yang berani tetap juga melaut," ungkapnya.

Dikatakannya, harga ikan yang dijualnya memang naik, namun daya beli pembeli menurun.

"Harganya bervariasi, tergantung jenis dan ukurannya. Rata-rata harga ikan naik, yang biasanya Rp 50 ribu per Kg kini naik sampai Rp 70 ribu," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved