Breaking News:

Sampaikan LKPJ 2020, Gubernur Mahyeldi: Indeks Pembangunan Manusia Sumbar Turun Dibanding 2019

Sampaikan LKPJ 2020, Gubernur Mahyeldi: Indeks Pembangunan Manusia Sumbar Turun Dibanding 2019

TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Sumatera Barat tahun Anggaran 2020 pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumbar, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Sumatera Barat tahun Anggaran 2020 pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumbar, Selasa (30/3/2021).

Dalam laporannya, Gubernur Sumbar menyampaikan laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD tahun 2020 telah di audit oleh BPK.  

"Laporan ini juga merupakan ringkasan dari buku LKPJ tahun Anggaran 2020 yang telah diberikan seluruhnya kepada Anggota Dewan," kata Mahyeldi.

Baca juga: Tak Ada Penyekatan di Pintu Masuk Sumatera Barat walau Mudik 2021 Dilarang, Mahyeldi: Butuh Biaya

Baca juga: Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ajak ASN Jadi Motivator Subuh Berjamaah

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Sebut Potensi Petanian dan Kemaritiman Sumbar, Termasuk Luar Biasa

Gubernur Sumbar menyebutkan, pandemi Covid-19 membawa pengaruh terhadap pembangunan manusia di Sumbar.  

Hal tersebut terlihat dari penurunan IPMD dari hasil penghitungan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Sumbar pada tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya. 

IPM Sumbar tahun 2020 adalah sebesar 72,38 atau turun 0.01 persen jika dibandingkan dengan penghitungan IPM tahun 2019 yang berada pada angka 72,39 persen.  

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Sambut Komite II DPD RI, Sampaikan Pembangunan Jalan Tol

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Buka High Level Meeting KLHS RPJMD Sumbar 2021-2026

Baca juga: Virtual Pendikar Universitas Bung Hatta: Gubernur Mahyeldi Berpesan Khusus untuk Generasi Milenial

Mahyeldi merincikan capaian pembangunan yang diukur dengan IPM sebesar 72,38.

Ia mengatakan, angka harapan hidup saat lahir tahun 2020 ialah sebesar 69,47 persen mengalami pertumbuhan sebesar 0,23 persen dibandingkan dengan tahun 2019 yang berada pada angka 69,31 persen.

Kemudian, harapan lama sekolah tahun 2020 adalah 14, 02 tahun, mengalami pertumbuhan sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan tahun 2019 yang berada pada angka 14,01 tahun.  

Tak hanya itu, rata-rata lama sekolah tahun 2020 adalah 8,99 tahun, mengalami pertumbuhan 0,78 persen dibandingkan dengan tahun 2019 yang berada pada angka 8,92 tahun. 

Baca juga: Provinsi Sumbar Diusulkan Jadi Daerah Istimewa Minangkabau, Begini Reaksi Gubernur Mahyeldi

Baca juga: Ratusan Jurnalis di Sumatera Barat Terima Vaksinasi Covid-19, Gubernur Mahyeldi: Aman dan Halal

Baca juga: Libur Panjang Isra Miraj dan Nyepi, ASN di Sumbar Dilarang ke Luar Daerah, Mahyeldi: Baru Saya Teken

Dari sisi daya beli, pengeluaran perkapita pertahun adalah sebesar Rp.10.733.000 perorang pertahun mengalami penurunan sebesar 1,76 persen. 

Dibandingkan tahun 2019 berada pada angka Rp 10.925.000 perorang pertahun.

"Jadi kalau kita bandingkan dengan IPM rata-rata nasional, maka IPM Provinsi Sumatera Barat sudah lebih tinggi dari IPM rata-rata nasional," ucap Mahyeldi. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved