Breaking News:

Kisah Inspiratif

Miniatur Kapal Pinisi Hasil Karya Nelayan Kota Padang, Slamet Sareko: Sekarang Musim Ikan Sepi

Slamet Sareko, seorang nelayan Batang Harau, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) lebih memilih untuk membuat miniatur kapal saat hasil tangk

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Ilustrasi: Miniatur kapal Phinisi hasil karya seorang nelayan Batang Arau Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Slamet Sareko, seorang nelayan Batang Arau, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) lebih memilih untuk membuat miniatur kapal saat hasil tangkapan melaut berkurang.

Slamet mengatakan, belakangan hasil tangkapan ikannya, paling banyak jika dijual Rp 30 Ribu hingga Rp 50 Ribu.

Besaran pendapatan tersebut,  kata Slamet membuatnya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan istri dan lima orang anaknya.

"Mulainya baru tiga bulan, saya nelayan tulen, nelayan tradisional. Kalau sekarang musim ikan sepi," kata Slamet, saat ditemui, Rabu (17/3/2021).

Pria berusia 54 tahun ini, hingga saat ini telah mulai membuat miniatur kapal yang telah dimulai sejak tiga bulan lalu.

Sampai saat ini, Slamet sedang mengerjakan miniatur kapal Pinisi, jenis kapal dari Sulawesi dengan ukuran satu meter.

Adapun miniatur kapal yang dibuat,  bahan dasar terpilih pelepah Pohon Salak yang dikeringkan.

Baca juga: Kapal Nelayan Kandas Dekat Pulau Awera Mentawai, Sempat Dihantam Badai 

Baca juga: Nelayan di Muara Lasak Kota Padang Perbaiki Jaring, Guna Mengisi Waktu Saat Tidak Melaut

"Pelepah pohon atau batang Pohon Salak dibersihkan dulu duri tajam, lalu dijemur selama seminggu, jika musim panas bisa selama empat hari," ungkapnya.

Kemudian, dibentuk sesuai dengan disain yang sebelumnya dilukis di kertas putih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved