Breaking News:

Citizen Journalism

Film Dokumenter Biorock di Mentawai, Masa Depan Laut dan Terumbu Karang di Pantai Barat Sumatera

PENULIS semula tidak pernah menyangka bakal bisa menjadi bagian dari salah satu nara sumber dalam pembuatan film dokumenter tentang usaha kolaboratif

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.PRIBADI
Proses pembuatan film dokumenter tentang usaha kolaboratif pembuatan dan penanaman Biorock yang ditempatkan di sisi timur dari Pulau Nyangnyang - Selat Bunga Laut, Kabupaten Kepulauan Mentawai -- baru-baru ini. 

Kerjasama Program Biorock Mentawai pantai barat Indonesia ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk Memorandum of Understanding/MoU antara beberapa pihak dan lembaga terkait.

Pihak FPIK berterima kasih Pak Alex, yang telah melibatkan dan memperkenalkan program studi serta fakultas serta perguruan tinggi (Universitas Bung Hatta) kepada Prawita Tasya Karissa, selaku CEO & Co Founder Biorock Indonesia yang bermukim di Bali.

Baca juga: Universitas Bung Hatta Persiapkan Entrepreneur Award ke 5, Kunjungi LLDikti Wilayah X

Baca juga: LLDikti Wilayah X Percayakan kepada Universitas Bung Hatta, Gelar Entrepreneurship Award 2021

Kedepannya, untuk program Biorock jangka panjang nantinya kerjasama ini akan dilanjutkan dengan pelatihan untuk memberikan dukungan terhadap kondisi lingkungan sekitar kawasan.

Di antaranya pendataan tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Kondisi kesehatan dan tingkat partisipasi warga lokal dalam mendukung program ini.

Terakhir, ucapan selamat untuk Alex (Alexandre Ribas) yang luar biasa serta  bersemangat, perjuangan dan merelakan finansialnya. Demi lingkungan laut dan terumbu karang.

Sejurus itu pula, langkah itu dapat bermanfaat demi masa depan laut Mentawai, termasuk pantai barat Samudera Indonesia.(*)

*)Penulis, seorang akademisi dan konsultan 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved