Breaking News:

Berikut Penjelasan Landasan Hukum Shalat Tarawih 11 dan 23 Rakaat di Bulan Ramadhan

Pada bulan Ramadhan selain melaksanakan kewajiban ibadah puasa umat muslim di malam harinya melakukan shalat tarawih.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi-sejumlah-warga-melaksanakan-salat-tarawih 

Hal ini dilanjutkan pada masa khalifah Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dan menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Tak masalah

Umat Islam saat melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah pertama di Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/5/2018).
Umat Islam saat melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah pertama di Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/5/2018). ((KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG))

Dengan demikian jelas, bahwa umat Islam yang melaksanakan shalat tarawih dan witir 11 rekaat atau yang 23 rakaat, sama-sama memiliki landasan, dan bukan karena nafsu.

Menurut Syamsul, perbedaan pendapat adalah rahmat, dan perlu saling menghargai.

"Begitu juga soal dua rekaat salam atau empat rakaat salam, sama-sama memiliki landasan," kata Syamsul.

Dalam shahih Bukhari (hadis nomor 990) dan shahih Muslim (nomor 749), ada sebuah hadis, Nabi bersabda:

"Shalat al-lail matsna, matsna", artinya "shalat malam itu dua rakaat, dua rakaat."

Syamsul mengungkapkan, perbedaan ini adalah wajar, dan disinilah pentingnya toleransi dan menghargai perbedaan pendapat.

Oleh karena itu imbuhnya, jangan sampai kesucian Ramadhan terkotori oleh adu argumen dan saling menyerang dengan dalil hanya karena perbedaan dalam pelaksanaan tarawih.

"Setiap muslim berhak mengatakan bahwa pemahamannya benar, tetapi tanpa harus menyalahkan muslim yang berbeda pandangan," pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunpapua.com dengan judul Jelang Bulan Ramadan, Ini Landasan Hukum Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat, 

Editor: Mona Triana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved