Breaking News:

Seorang IRT Tertangkap Tangan; Diduga Lakukan Peras dan Ancam Mantan Camat, BB Rp 2 Juta

Seorang Ibu Rumah Tangga atau IRT berhasil dibekuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) di SPBU Kelobak Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang,

ISTIMEWA/DOK.POLRES KEPAHIANG
Satreskrim Polres Kepahiang, Polda Bengkulu tangkap seorang ibu rumah tangga berinisial NS (56) atas kasus dugaan melakukan tindak pindana pemerasan dan ancaman pada Selasa (24/2/2021). 

TRIBUNPADANG.COM, BENGKULU— Seorang Ibu Rumah Tangga atau IRT berhasil dibekuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) di SPBU Kelobak Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada Selasa (24/2/2021) kemarin.

Satreskrim Polres Kepahiang, Polda Bengkulu mengamankan seorang IRT berinisial NS (56) atas kasus dugaan melakukan tindak pindana pemerasan dan ancaman.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau menjelaskan NS ditangkap setelah menerima uang dari korbannya H Rifqih (51), seorang mantan Camat kepahiang, warga Kelurahan Kampung Pensiunan Kecamatan Kepahiang.

“Polres Kepahiang melakukan penangkapan terhadap pelaku di SPBU Kelobak Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang,” ujar Malau kepada Tribunnews.com, Rabu (24/2/2021).

Berdasarkan laporan korban bahwa tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp 25 juta untuk tidak menjadikan korban sebagai tersangka dalam laporan polisi yang dilaporkan oleh tersangka di Polres Kepahiang sebelumnya.

Baca juga: KRONOLOGI Brankas Koperasi di Ruko Wilayah Padang Timur Digasak Pencuri, Terekam CCTV Ruko

Baca juga: Ditemukan Brankas Kosong, Milik Koperasi yang Digasak Maling di Ruko Wilayah Padang Timur

Untuk itu tersangka meminta uang tersebut pada 19 Februari 2021 dan telah di serahkan uang sebesar Rp15 juta.

Satreskrim Polres Kepahiang, Polda Bengkulu tangkap seorang ibu rumah tangga berinisial NS (56) atas kasus dugaan melakukan tindak pindana pemerasan dan ancaman pada Selasa (24/2/2021).
Satreskrim Polres Kepahiang, Polda Bengkulu tangkap seorang ibu rumah tangga berinisial NS (56) atas kasus dugaan melakukan tindak pindana pemerasan dan ancaman pada Selasa (24/2/2021). (ISTIMEWA/DOK.POLRES KEPAHIANG)

“Dan pada hari ini tersangka meminta sisanya sebesar sepuluh juta rupiah dan yang disanggupi oleh korban sebesar dua juta rupiah,” jelas Malau.

“Pada saat menerima uang sebesar dua juta rupiah tersebut langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka dan mengamankan barang bukti,” ucapnya.

Baca juga: Heboh! Aksi Jambret di Pantai Padang, Putri Korban Sebut Gelang Seberat 12 Emas Milik Ibunya Lenyap

Baca juga: Aksi Jambret Gelang di Ruas Jalan Pantai Padang, Satu Pejambret Terjatuh dan Rekannya Kabur

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Polres Kepahiang guna peroses sidik selanjutnya.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 368 KUHPidana tentang tindak pindana Pemerasan dan Ancaman.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IRT di Bengkulu Jadi Tersangka Kasus Pemerasan dan Pengancaman, Korbannya Mantan Camat

Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved