Breaking News:

Refleksi HPN : Tantangan Masa Pandemi, Insan Pers Berlindung di Bawah Payung Hukum

JELANG momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari, penulis dikirim link artikel oleh Pemimpin Redaksi ata

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/EMIL MAHMUD
Ilustrasi: Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada saat menyampaikan sambutannya dalam acara coffee morning Danrem dengan Insan Pers, di Aula pertemuan Markas Korem (Makorem) di Jalan Sudirman Padang, Sumbar, Selasa (2/2/2021). 

Berkaca dari teknis dalam memproduksi pemberitaan, insan pers dipandu lewat arah kebijakan editorial dari setiap lembaga pers masing-masing.

Artinya, tidak ada alasan bagi insan pers untuk tidak mengulas informasi serta update tentang penyebaran Covid-19, yang sifatnya hingga mendunia atau global.

Dari sumber informasi, terkhusus nara sumber sebagai pemberi informasi tentunya pihak yang punya otoritas untuk dikonfirmasi seperti Diskominfo serta BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah dan BNPB di pusat.

Seterusnya, menjawab rumusan permasalahan yang terjadi di tengah pandemi Covid-19, maka langkah verifikasi data tidak dapat diabaikan.

Tugas insan pers sebelum menayangkan konten berita terkait Covid-19, mau tak mau melalui langkah uji akurasi data itu sendiri. Biasanya, satu lembaga pers berbeda-beda dalam penyajian akurasi data yang hendak dipublish.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas beredar dan tayangnya informasi di media massa, tergantung dari kesadaran moral awak redaksinya.

Konsentrasi dan nalar dari awak redaksi sebuah media massa, kiranya harus dimiliki dan dipegang secara konsisten.

Patut untuk dihindari apabila informasi penyebab kematian seorang warga yang 'terkesan' dikait-kaitkan dengan Covid-19, sehingga yang terjadi informasi yang berseliweran di tengah masyarakt

Langkah verifikasi tetap melakukan konfirmasi berlapis, dalam arti menegaskan konfirmasi terbaru atau terupdate, sebab bisa saja terjadi kekeliruan saat memberikan informasi awal oleh nara-sumber atau lembaga yang dikonfirmasi.

Pada kesempatan pertama dalam mempublish sebuah pemberitaan hendaknya segenap pihak terkait mendapat porsi hak jawab dalam membagikan data, seiring adanya klarifikasi dari pihak lainnya.

Seorang Jurnalis Televisi di Padang Positif Covid-19, IJTI Sumbar Imbau untuk Lakukan Swab Tes

Seorang Jurnalis di Padang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pernah Kontak dengan Anggota DPRD Sumbar

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved