Breaking News:

Kisah Inspiratif

Kisah Disabilitas Daksa Polio, Elfin Nugraha Sambil Merangkak Gapai Puncak Gunung Merapi

Dibalik keterbatasannya, penyandang disabilitas daksa polio, Elfin Nugraha (24) mampu mendaki Gunung Merapi Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Elfin Nugraha saat mendaki Gunung Merapi baru-baru ini 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Dibalik keterbatasannya, penyandang disabilitas daksa polio, Elfin Nugraha (24) mampu mendaki Gunung Merapi Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.

Lulusan SMK 2 Padang jurusan Rekayasa Perangkat Lunak ini mendaki gunung Merapi seperti merangkak, dengan menggunakan kedua tangan, dikarenakan kedua kakinya kena polio sejak kecil.

Bagi Elfin mendaki gunung, untuk menantang dirinya sendiri.

Selanjutnya, untuk membuktikan dirinya yang memiliki keterbatasan namun tetap bisa mendaki gunung.

"Rencananya naik gunung sudah lama, semenjak Tahun 2019 juga pernah. Namun, hanya dibawah tidak sampai puncak, kalau kemarin sampai puncak Merapi," kata Elfin Nugraha, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Partisipasi Pemilih Disabilitas di Padang Saat Pilgub Sumbar 635 Orang, KPU: Terdata DPT 1600 Orang

Baca juga: BREAKING NEWS : Gunung Merapi Erupsi, Abu Vulkanik Terlihat Jelas di Kawasan Cangkringan

Elfin mendaki gunung bersama sebanyak 12 pendaki lainnya, yang dikenal di media sosial. Di antara para pendaki itu, dirinya adalah satu-satunya disabilitas yang mendaki gunung saat itu.

"Bulan Juli 2020, saya DM pendaki gunung yang bawa Fiersa Basari ke Semeru, saya sampaikan keadaannya, namun karena covid-19, baru Januari bisa mendaki gunung," kata anak pertama dari tiga orang bersaudara ini.

Untuk sampai ke puncak Gunung Merapi, Elfin membutuhkan waktu selama tiga hari. Mereka mulai nanjak, Rabu, (6/1/2021) pagi sampai Sabtu (9/1/2021) pagi.

"Kam jalan mulai jam 10 pagi, sampai sebelum magrib, kita camping. Untuk turun lebih cepat, satu hari sudah sampai dibawah lagi," ungkapnya.

Awalnya Elfin kesulitan minta izin dan meyakinkan kedua orang tuanya, bahwa keterbatasan tidak menghalanginya.

"Orang tua khawatir, kalau terjadi sesuatu terjadi, nanti kelau ada apa-apa bagaimana, tapi tetap dizinkan juga," kata Elfin.

Sebelum mendaki gunung, Elfin juga melakukan berbagai persiapan diri, khususnya persiapan fisik dengan olaharaga ringan setiap harinya.

Menurutnya, selama perjalanan ke puncak Merapi rasa capeknya hilang dengan menikmati pemandangan.

Kedepan, Elfin menargetkan bisa mendaki seluruh gunung yang ada di Sumbar, seperti Gunung Talak, dan Gunung Singgalang.

"Untuk disabilitas, tetap semangat jangan pantang menyerah. Walaupun memiliki keterbatasan, kita bisa juga kok seperti kebanyakan orang, bisa mendaki gunung, walaupun caranya berbeda dan lama," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved