Breaking News:

Perolehan PBB Padang Naik Tahun 2020, Setahun Tembus Rp 62 Miliar Lebih

Perolehan PBB Padang Naik Tahun 2020, Setahun Tembus Rp 62 Miliar Lebih, Ka Bapend: Tertinggi

online-pajak.com
Ilustrasi pajak 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Padang tahun 2020 mengalami peningkatan walaupun sedang pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang Al Amin mengatakan penerimaan PBB tahun 2020 mencapai Rp62,524 milyar lebih. 

Pendapatan ini meningkat dibandingkan dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Tabrakan Beruntun 7 Mobil di Jalan By Pass Padang, Polisi: Tak Ada Korban Jiwa

Baca juga: Pria di Sijunjung Cabuli Gadis Bawah Umur, Korban Diancam Santet jika Tak Mau Menikah Dengannya

Tahun 2019 lalu pencapaian PBB sekitar Rp60 milyar.

Peningkatan PBB ini disebabkan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya membayar PBB.

"Tahun 2020 lalu, penerimaan PBB kita mencapai Rp62,524 milyar lebih. Sementara pada tahun 2019, pencapaian PBB Rp60 milyar," kata Al Amin, Kamis (27/1/2021).

Al Amin menambahkan, pencapaian PBB yang pada tahun 2020 ini merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah Bapenda Kota Padang

"Pencapaian ini tidak terlepas dari makin meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2020, kata Al Amin juga melebihi peningkatan dibandingkan tahun 2019. 

Pada Tahun 2020, BPHTB tercapai sebesar Rp68,991 milyar lebih, yang mana naik dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp62,899 milyar lebih.

Baca juga: Cek Nama Siswa SD SMP SMA Sederajat Penerima PIP, Tata Cara Melalui pip.kemdikbud.go.id

Al Amin mengatakan walaupun pandemi Covid-19 membuat perekonomian lesu. 

Namun, kondisi tidak terlalu berpengaruh terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB.

Menurutnya, kepatuhan warga yang tinggi, yang berdampak pada pencapaian PBB, juga tak terlepas dari kegigihan para petugas dalam mengedukasi masyarakat untuk membayar pajak.

"Pajak lain seperti pajak hotel dan restoran tak tercapai secara optimal karena imbas pandemi Covid 19," tambahnya. (*)
 

Penulis: Rima Kurniati
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved