Breaking News:

Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Padang Angga Fernanda Tiba di Rumah Duka di Kuranji

Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Padang Angga Fernanda Tiba di Rumah Duka di Kuranji

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
TribunPadang.com/reziazwar
Suasana di rumah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumbar, Sabtu (23/1/2021). 

Pantauan TribunPadang.com terlihat warga ramai berdatangan sejak Sabtu (9/1/2021) malam hingga Minggu (10/1/2021) dini hari.

Sejumlah kursi pun disediakan di depan rumah untuk tempat duduk dari para sanak saudara, kerabat, dan tetangga yang hadir di rumahnya.

Baca juga: Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air yang Jatuh Diproduksi Boeing 1994, Dirut: Keadaan Laik Terbang

Baca juga: Copilot Sriwijaya Air SJY182, Diego Mamahit Menulis di LinkedIn dan Deskripsi Bionya di Instagram

Angga merupakan anak ke dua dari empat bersaudara yang dikabari sebagai salah seorang penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Nama lengkapnya Angga adalah Angga Fernanda Afriyon," kata Afrida, orang tua Angga, Minggu (10/1/2021).

Dikatakan, Angga sebelumnya menghubunginya melalui sambungan telepon karena adanya pekerjaan mendesak di Pontianak.

Sejauh ini lanjutnya, Angga bekerja di kapal Tongkang Batu Bara dan diminta kembali untuk menarik kapal tersebut di Pontianak.

Dijelaskannya, kalau pihak keluarga mendapatkan informasi dari kakak Angga yang berada di Jakarta.

Baca juga: Dua Korban Pesawat Nahas Sriwijaya Air SJ 182, Dikabarkan Orang Asal Sumbar

Penumpang asal Sumbar

Dilansir TribunPadang.com, ada dua orang penumpang yang ada dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dikabarkan berasal dari Sumatera Barat atau Sumbar. 

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1/2020). 

Pesawat tersebut hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Baca juga: Temuan Warga di Perairan Pulau Laki Lokasi Sriwjaya Air Hilang Kontak, Puing hingga Potongan Kabel

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Jatuh di Sekitar Pulau Laki, Ada Nelayan yang Lihat

Dua penumpang yang dikabarkan berasal dari Sumbar tersebut bernama Faisal Rahman dan Asy Habul Yamin.

Wali Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarap, Kabupaten Tanah Datar, Hasniben saat dihubungi TribunPadang.com membenarkan adanya warga asal Sumbar berada dalam daftar nama di atas pesawat Sriwijaya Air.

"Iya betul anak bapak Masrijal yang tinggal di Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarap, Kabupaten Tanah Datar. Keduanya merupakan adik kakak," kata Hasniben, Sabtu (9/1/2021).

Dijelaskan Hasniben, Faisal Rahman dan Asy Habul Yamin adalah adik kakak.

"Dia boleh dikatakan merantau sudah lama di Kalimantan, yaitu sejak tahun 80-an. Orang tuanya sudah tinggal di Jakarta," katanya.

Dijelaskannya, orang tua laki-laki kedua penumpang pesawat tersebut yang bernama Masrijal merupakan orang asli Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarap, Tanah Datar, Sumatera Barat.

"Kebetulan keluarganya masih ada hubungan kekeluargaan dengan istri saya," katanya.

Hasniben menambahkan saat ini pihaknya masih menunggu kabar. 

Dirinya mengetahui informasi ada warga nagarinya yang jadi penumpang Sriwijaya Air tersebut dari WA group keluarga besar kedua penumpang.

"Keluarganya masih menunggu kabar dari maskapai baru sekitar 1.5 jam yang lalu. Memang dia masuk daftar manifest," katanya.

"Jadi, kabarnya sebelum magrib dapat cerita dari keluarga Bapak Masrijal yang menyampaikan di grup keluarganya, bahwasanya di dalam pesawat Sriwijaya Air ada anaknya dua orang," ujarnya.

Disebutkannya, kalau dari sanalah berkembang informasi adanya kedua penumpang asal Sumbar.

Petugas Temukan Puing di Perairan Pulau Laki

Sejumlah puing-puing ditemukan warga Pulau Lancang di sekitar perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Perairan Pulau Laki merupakan lokasi hilangnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak.

Puing-puing tersebut diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak

Warga Pulau Lancang, Naki mengatakan, sejumlah warga Pulau Lancang langsung menuju perairan Pulau Laki seteleh mendengar suara benturan keras.

Baca juga: Lokasi Sriwijaya Air Hilang Berjarak 11 Mil dari Bandara Soekarno Hatta, Ditemukan Serpihan Daging

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Jatuh di Sekitar Pulau Laki, Ada Nelayan yang Lihat

"Sekarang posisinya sudah dapat puing-puingnya, warga langsung menuju ke TKP," kata Naki saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/1/2021).

Berdasarkan foto-foto itu pula, sejumlah petugas Badan SAR Nasional dan kepolisian tampak sudah berada di perariran yang diduga lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak.

"Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB," kata Adita kepada Kompas.com, Sabtu (9/1/2021).

Adita mengatakan, saat ini masih berjalan proses investigasi dan pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain," ujar dia.

Lokasi pesawat Sriwijaya Air hilang kontak berjarak sekitar 11 mil dari Bandara Soekarno Hatta.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengatakan, pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.55 WIB.

"Informasi yang kita terima jam 14.55 dan kita langsung bergerak dengan perkiraan kasar kita bergerak kemudian kita hitung detailnya," kata Bagus seperti dikutip dari siaran Metro TV, Sabtu.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu Djunaedi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki.

Kapal patroli Kementerian Perhubungan juga menemukan serpihan daging di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Sementara itu, nelayan Pulau Lancang pertama kali mendengar suara ledakan seperti suara petir di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Kala itu, lokasi jatuhnya pesawat sedang diguyur hujan deras. Nelayan tersebut melapor ke Pemkab Kepulauan Seribu.

Pulau Laki Kepulauan Seribu diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak. 

Bupati Kepulauan Seribu Djunaedi mengatakan dirinya menerima informasi dari pihak kelurahan setempat.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh sekitar pukul 14.30 WIB. 

"Betul (di Pulau Laki)," ujar Djunaedi kepada Kompas.com, ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Dilaporkan Kehilangan Kontak di Atas Kepulauan Seribu

Djunaedi menyatakan dari pihak kelurahan ia menerima informasi bahwa seorang nelayan bubu sempat melihat ledakan api dari peristiwa tersebut.

"Ya saya dapat informasi dari kelurahan dari nelayan bubu ada orang yang minta tolong, ada ledakan api di sekitar Pulau Laki," lanjutnya.

Kini, tim dari BASARNAS sedang menuju lokasi kejadian.

"BASARNAS sedang ke lokasi. Belum ada lagi informasi ke saya," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak diduga hilang kontak.

Menurut Kasubbag Humas Basarnas, pihaknya akan menyampaikan informasi terkait lebih lanjut kemudian. "Sementara masih diduga (hilang kontak)" kata dia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Sementara itu, Manajer Humas Airnav Indonesia Yohanes Sirait saat dimintai konfirmasi, Sabtu (9/1/2021) mengatakan, pihaknya masih menunggu pihak Kementerian Perhubungan untuk menyampaikan perihal ini.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), Adita Irawati memastikan pesawat Sriwijaya Air hilang kontak.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Adita dalam program Breaking News tvOne, Sabtu (9/1/2021).

"Dipastikan lost contact," katanya.

Adita melanjutkan, berdasarkan informasi yang diterima pesawat tersebut kehilangan kontak di atas Kepulauan Seribu.

Sedangkan untuk informasi lain soal jumlah penumpang hingga keberadaan pesawat, sekarang ini Kemenhub masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jakarta - Pontianak Hilang Kontak, Angkut 59 Penumpang

Baca juga: Pihak Maskapai Masih Telusuri Informasi Pesawat Sriwijaya Air yang Hilang Kontak

Termasuk dengan Badan SAR Nasional dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

"Kita akan memastikan semua informasi bersama Basarnas dan KNKT," tandasnya.

Baca juga: Ketua Gebu Minang Sumbar Boy Lestari Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Warga Lubuk Begalung Padang Temukan Ular Piton dengan Perut Buncit, Kepala Diikat Agar Tak Kabur

Dikabarkan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182, rute Jakarta - Pontianak dilaporkan hilang kontak setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Sabtu (9/1/2021) sore.

Kabar hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJ-182 diketahui melalui akun twitter @Flightradar24.

Penerbangan SJ182 seharusnya tiba pada pukul 15.15 di Bandara Soepadio, Pontianak.

Namun, data Flightradar24 menunjukkan, B737-500 Sriwijaya Air SJ182 berhenti di sekitar 11 mil laut Bandara Soekarno-Hatta, di atas Kepulauan Seribu.

Pesawat tampak sempat melewati ketinggian 11.000 kaki, tetapi tiba-tiba ketinggian dan kecepatan pesawat turun drastis.

Posisi terakhir menunjukkan ketinggian 250 kaki di atas permukaan laut dengan kecepatan 358 knots.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Temukan Puing di Lokasi Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Kepulauan Seribu: Pesawat Sriwijaya Air Jatuh di Sekitar Pulau Laki",dan 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan Kemenhub soal Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak yang Hilang Kontak

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Kontak Pukul 14.55, Basarnas : Lokasinya 11 Mil dari Bandara Soetta", 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved