KNKT Akan Rilis Hasil Investigasi Sriwijaya SJ 182 pada Februari

KNKT telah berhasil mengunduh Flight Data Recorder Sriwijaya Air SJ 182. Selanjutnya hasil investigasi akan diumumkan dalam 30 hari.

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali memperpanjang operasi pencarian Sriwijaya Air SJ-182 selama tiga hari hingga Kamis (21/1) dengan fokus pencarian korban. 

TRIBUNPADANG.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT menyebut bahwa Flight Data Recorder atau FDR Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu telah berhasil diunduh pada 19 Januari 2021 pagi.

Selanjutnya, laporan awal atau preliminary report hasil investigasi akan diumumkan dalam 30 hari setelah kecelakaan atau sekita bulan Februari.

"Kami berharap bahwa dalam 30 hari setelah kecelakaan, kami akan mempublikasikan laporan awal atau preliminary report. Dan apabila nanti prelimenary ini akan dipublikasikan kami akan menyampaikan kepada masyarakat luas," kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Kapten Nurcahyo Utomo dalam video pernyataan KNKT yang diterima Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: UPDATE Pencarian Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, 29 Korban Telah Teridentifikasi

Lebih lanjut, Nurcahyo mengatakan bahwa pihaknya hingga kini berhasil mengunduh data dari Flight Data Recorder (FDR) SJ 182.

Kondisi black box FDR saat diterima
Kondisi black box FDR saat diterima (instagram.com/knkt_ri)

Adapun data yang berhasil diunduh berisi berisi 370 parameter dan 18 data penerbangan.

"Kami sampaikan bahwa data dari Flight Data Recorder sudah bisa kami dapatkan, sudah berhasil diunduh dengan total 370 parameter, 27 jam dan atau 18 penerbangan, termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan," ujarnya.

Pihaknya masih mendalami data yang berhasil diunduh tersebut.

Sehingga, pihaknya belum dapat menginformasikan atau membagikan hasil temuan lebih lanjut kepada masyarakat.

Baca juga: Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, KNKT Unggah Video Pengunduhan Data

Kendati demikian, dia mengaku bahwa KNKT sudah menemukan beberapa petunjuk untuk bisa mendalami investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Di sisi lain, KNKT berharap dapat ditemukannya Cockpit Voice Recorder (CVR) untuk mendukung data yang sudah diperoleh dari FDR.

Nurcahyo menambahkan, pihaknya melakukan investigasi bersama tim dari Amerika Serikat berjumlah 11 orang.

"Terdiri dari empat orang National Transportation Safety Board (NTSB), empat orang dari Boeing, dua orang dari Federal Aviation Administration (FAA) dan satu orang dari General Electric sebagai pembuat mesin pesawat," jelasnya.

Menurut dia, hal ini sesuai dengan ICAO Annex 13 di mana negara pembuat desain pesawat berhak berpartisipasi dalam investigasi.

Baca juga: UPDATE Pencarian Bagian Sriwijaya Air SJ 182: Baterai dan Casing CVR Sudah Ditemukan, Memori Belum

Baca juga: Soal Klaim Asuransi Korban Pesawat Sriwijaya Air Pakai Identitas Orang Lain, Simak! Kata Pengamat

Selain Amerika, KNKT juga dibantu oleh tim investigasi dari Singapura yaitu The Transport Safety Investigation Bureau (TSIB).

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved