Breaking News:

Penanganan Covid

Kesaksian Nakes di Padang Setelah Vaksinasi, Pegal-pegal Sebentar, Setelah Masa Observasi Hilang

Kesaksian Tenaga Kesehatan di Padang Setelah Vaksinasi, Pegal-pegal Sebentar, Setelah Masa Observasi Hilang

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
tribunPadang.com/RimaKurniati
dr Ikra Alfata Arza, tenaga kesehatan Puskesmas Andalas sudah ikut vaksinasi Covid-19. Diakui dr Ikra, setelah vaksinasi dirinya hanya merasakan pegal 

Retti, sapaan akrab tenaga kesehatan ini, mengaku sempat grogi yang berakibat pada naiknya tekanan darah.

"Setelah divaksin rasanya lega, sebelum divaksin tidak tenang sampai tensi saya naik 140, biasanya tidak pernah begitu," kata Retti usai divaksin di Puskesmas Padang Pasir.

Baca juga: Perantau Minang di Mamuju dan Majene Bertahan di Tenda Pengungsian, Gempa Susulan Terjadi Lagi

Baca juga: Puluhan KK Perantau Minang jadi Korban Gempa di Mamuju Sulbar, Kini Masih di Pengungsian

Sejauh ini lanjut Retti bahwa biasanya tekanan darahnya antara 100, 110 atau 90.

Namun saat diperiksa untuk divaksinasi, tensinya malah naik 140.

"Tadi saya disuruh istirahat sepuluh menit, mungkin karena deg-degan, memang sejak dari rumah deg-degan terus," ungkapnya.

Selama sepuluh menit, Retti berusaha menenangkan dirinya, sehingga saat diperiksa, tensinya bisa normal lagi. 

"Setelah divaksin, tidak ada rasanya, biasa saja. Sempat takut, namanya virus dibekukan, dimasukan ke tubuh, ya gimana antibodi nantinyakan," tambahnya.

Retti mengatakan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan, hanya saja tidur lebih awal dari jam biasanya.

"Biasanya jam 12, jam 1 sudah tidur karena dinas sore, kalau semalam jam 10 malam sudah tidur," tambahnya.

Dijelaskan Retti, setelah divaksin, harus istirahat selama tiga puluh menit, kemudian harus disuntik dosis kedua, dengan jarak minimal 15 hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved