Breaking News:

Berwisata ke Bukittinggi Cicipi Pisang Kapik, Cita Rasa Olahan Pisang Bakar Khas Minangkabau

Berliburan ke Kota Wisata Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar menjadi kurang lengkap apabila belumla mencicipi pisang kapik.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Seorang penjual Pisang Kapik atau olahan Pisang Bakar khas Minangkabau di Bukittinggi, Sumbar yang ditemui TribunPadang.com, Jumat (11/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berliburan ke Kota Wisata Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar menjadi kurang lengkap apabila belumla mencicipi pisang kapik.

Nah, apa itu Pisang kapik, seperti apa bentuk jajanan khas Bukittinggi, Sumbar ?

Pisang kapik adalah pisang bakar yang dikapik, kapik dalam bahasa Minangkabau arti dijepit, pisang kapik, artinya pisang yang dijepit.

Baca juga: Pisang Bakar Santan Khas Bukittinggi Kini Hadir di Kota Padang, Harga Rp 10 Ribu

Awalnya pisang dibakar, jenis pisang yang dibakar bukan sembarangan pisang, jenisnya pisang batu atau pisang gepok.

Pisang gepok dibakar dengan menggunakan arang, hingga warnanya kuning kecoklatan dan sedikit mengitam, karena efek dari bara api.

Setelah dibakar pisang dijepit dengan alat khusus, sehingga pisang menjadi gepeng pipih dan berbentuk bulat.

Pisang ini disusun berdempetan,  antar satu pisang dengan pisang lainnya diisi sarikayo.

Sarikayo adalah parutan kelapa yang dimasak dengan gula aren atau saka, warnanya kecoklatan rasanya manis.

Mencicipi pisang bakar dengan sarikayo, rasanya gurih dan bikin ketagihan, lebih nikmat dimakan saat lagi hangat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved