Breaking News:

Bupati/Wako Se-Indonesia Masih Bisa Daftar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Tutup 17 Desember 2020

Pelaksanaan Pilkada serentak 2020, kini tinggal hitungan beberapa hari lagi atau 9 Desember 2020 nanti guna memilih sosok kepala daerah,

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK PWI PUSAT
Ilustrasi: Kegiatan silaturahmi bupati/walikota bersama penerima penghargaan dengan Pengurus PWI Pusat,dan Dewan Pers di Hall Dewan Pers Jakarta, 2019 silam. 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Pilkada serentak 2020, kini tinggal hitungan beberapa hari lagi atau 9 Desember 2020 nanti guna memilih sosok kepala daerah, termasuk bupati dan wali kota (wako) se-Indonesia.

Di antara sejumlah pertimbangan, bahwa yang bersangkutan memiliki kepedulian pada pemajuan kebudayaaan lokal, sebagai basis pemajuan kebudayaan nasional.

"Jika bupati/wali kota peduli pada kebudayaan lokal masing-masing, akan majulah kebudayaan nasional. Akan tetapi, kalau Bupati/wali kota tidak peduli dengan kebudayaan lokal, bisa jadi bakal mengancam pemajuan kebudayaan nasional," tutur Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono melalui siaran pers (press release) di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Seiring hal tersebut pers sebagai pilar keempat demokrasi, harus mengawal tidak saja aspek politik dan ekonomi, melainkan seluruh aspek kehidupan termasuk kebudayaan.

Baca juga: PWI Gelar Seminar tentang Industri Kelapa Sawit, Terungkap Pasaman dan Dhamasraya Daerah Potensial

Baca juga: 2 Sapi dan 3 Kambing Disembelih di Kantor PWI Sumbar, Wujud Syukur dan Pengorbanan

Lagi pula, imbuhnya Presiden RI Joko Widodo dalam berbaga kesempatan menegaskan bahwa DNA bangsa Indonesia itu seni budaya.

Bahkan lanjutnya, menurut UNESCO pada 2017, Indonesia superpower di bidang kebudayaan, maka mengawal kebudayaan bagi pers penting adanya.

Dalam konteks itulah PWI era Margiono hingga kini era Atal S Depari, secara berkala menggelar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk bupati/wali kota dikaitkan dengan peringatan Hari Pers Nasional atau HPN.

"Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini bertujuan untuk mencari sosok-sosok Bupati/Walikota yang memiliki kepedulian membangun daerahnya dengan pendekatan kebudayaan. Mengapa Bupati/Walikota, karena di era otonomi daerah, Bupati/Walikota ujung tombak terdepan dalam pemajuan Indonesia," tutur Yusuf Susilo Hartono, salah seorang penggagas Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang dipercaya sebagai pelaksana.

Baca juga: Bupati/Wako Se-Indonesia Berpeluang Raih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, HPN 2021

Baca juga: Safari Jurnalistik: Tolak Praktik Human Trafficking, Kerja Sama PWI Pusat dan PT Astra International

Masih Dibuka Pendaftaran

Menyinggung pelaksanaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada HPN 2021 di Jakarta, 9 Februari 2021 mendatang, yang berlangsung dua gelombang pendaftaran.

Disebutkan pertama,  periode Oktober -November, kedua, November, hingga kini tengah berlangsung dan ditutup 17 Desember 2020 mendatang.

"Alhamdulillah, bupati/wali kota yang mendaftar sudah banyak. Baik dari baik Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi , dan Papua", kata Yusuf.

Bagi bupati/wali kota yang berminat mengikuti Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini, bisa mendapatkan informasinya di PWI daerah masing-masing, maupun di Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Se-Indonesia) dan Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota se- Indonesia) lalu juga bisa langsung ke PWI Pusat.

Menurut Yusuf, para Bupati/ Walikota yang pernah menerima penghargaan ini antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat menjabat Wali kota Bandung, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anaz, Wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani, Wali kota Banjarmasin Ibnu Sina, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Tubaba Umar Ahmad, dan Bupati Serdang Bedagai H Soekirman. (*/rel)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved