Breaking News:

Sukses di Agam, Indra Catri akan Wujudkan Program Menyemai untuk Sumbar jika Terpilih

INDRA Catri akan mewujudkan 'Program Agam Menyemai' di Sumatra Barat jika menang dalam Pilgub Sumbar 2020.

Editor: Saridal Maijar
IST/Media Center NA-IC
Calon Wakil Gubernur nomor urut 2 Indra Catri bersilaturrahmi dengan warga di Jorong Galagah Tangah Kuning, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Rabu (18/11/2020). 

INDRA Catri akan mewujudkan 'Program Agam Menyemai' di Sumatra Barat jika menang dalam Pilgub Sumbar 2020.

Ia mengatakan, bahwa di Agam program itu sudah sukses dan terbukti mampu membantu ketahanan pangan keluarga.

"Program Agam Menyemai juga cocok diimplementasikan di Sumbar karena daerah ini memiliki tanah yang subur,” katanya ketika berdiskusi dengan masyarakat Kabupaten Solok, Rabu (14/11).

Indra Catri menjelaskan bahwa ia merancang Program Agam Menyemai untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola hasil ladang yang akan dijual dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Nasrul Abit Dapat Dukungan dari Koperbam Teluk Bayur di Pilkada Sumbar

Dengan menggunakan slogan “Nan di laman untuak dimakan, nan di parak baok ka pakan”, program ini berusaha menggenjot produksi sawah, ladang, dan kebun masyarakat tanpa melupakan untuk memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah.

“Jadi, kebutuhan sehari-hari, seperti kunyit, jahe, bawang, cabai, tidak lagi dibeli,” ujarnya.

Jika ketahanan pangan baik, kata Indra Catri, hidup masyarakat menjadi lebih sejahtera. Strategi ini merupakan salah satu langkah agar ketahanan pangan di provinsi ini terwujud.

“Ini juga sejalan dengan visi misi Nasrul Abit-Indra Catri yang memprioritaskan sektor pertanian,” tuturnya.

Baca juga: Dihantui Banjir, Warga Minta Nasrul Abit Normalisasi Batang Sumpur dan Sontang

Dalam program Nasrul Abit-Indra Catri terdapat program menghidupkan kembali lahan tidur.

Hal itu dilakukan untuk mencapai swasembada pangan di Sumbar. Untuk mencapai swasembada pangan, produksi padi per tahun setidaknya 3 juta ton, sedangkan kebutuhan Sumbar sekitar 1,2 ton.

“Meningkatkan luas lahan produktif dengan mengoptimalisasikan lahan tidur dan telantar, rehabilitasi dan juga menjadi ketersediaan pupuk subsidi sampai ke tangan petani,” ucap Indra Catri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved