Breaking News:

Penanganan Covid

IDI Pertanyakan Rencana Libur Akhir Tahun 2020, Gegara Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah lebih serius mempertimbangkan aspek kesehatan dalam menentukan libur panjang

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi: Virus Corona atau Covid-19 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah lebih serius mempertimbangkan aspek kesehatan dalam menentukan libur panjang akhir Tahun 2020 ini.

Wakil Ketua Umum IDI Moh Adib Khumaidi mengatakan, libur panjang telah terbukti meningkatkan kasus positif Covid-19.

Seperti, pasca libur panjang akhir pekan Mei lalu yang meningkatkan fluktuasi kasus Covid-19 sampai 20 persen.

Kemudian long weekend Agustus yang meningkatkan angka infeksi di atas dari 10 persen, dengan test rate lebih dari 20 persen.

Padahal selama pandemi Covid-19 yang berlangsung 8 bulan ini, mayoritas karyawan bekerja dari rumah atau Work From Home.

"Apa memang harus ada libur panjang? Karena long weekend membuat terjadi fluktuasi kasus," katanya dalam konferensi virtual BNPB 'Kesiapan Penanganan Pasien di RSDC', Senin (16/11/2020).

Baca juga: Sumbangsih dan Kiprah PT Semen Padang, Melawan Covid-19 di Sumatera Barat

Sejumlah wisatawan berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (31/10/2020). Sejumlah objek wisata di Banda Aceh ramai dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai kabupaten di Aceh yang memanfaatkan masa cuti bersama dan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Serambi Indonesia/Hendri #TribunNetwork #MataLokalMenjangkauIndonesia
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (31/10/2020). Sejumlah objek wisata di Banda Aceh ramai dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai kabupaten di Aceh yang memanfaatkan masa cuti bersama dan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Serambi Indonesia/Hendri #TribunNetwork #MataLokalMenjangkauIndonesia (Serambi Indonesia/Hendri)

Menurutnya, lonjakan kasus dua hari berturut-turut lalu, diprediksi dampak mobilitas masyarakat usai libur panjang 28 Oktober hingga 1 Nobember 2020.

Untuk itu jika tetap ingin menetapkan libur panjang pada akhir tahun ini, Adib berharap semua yang berhubungan dengan aktivitas liburan mulai dari transportasi, hotel, hingga tempat wisata haruslah mengedapankan protokol kesehatan yang ketat.

Misalnya membatasi usia pengunjung yakni dilarang untuk usia di atas 60 tahun serta pengunjung wajib mengenakan masker termasuk anak-anak.

"Jadi apakah harus ada long weekend? Namun kalau memang harus ada long weekend, maka harus ada yang diatur, mulai dari transportasi, aturan yang tegas tempat wisata di mana mereka berkumpul, hingga aturan di hotel," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Emil Mahmud
Editor: afrizal
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved