Breaking News:

Penanganan Covid

Limbah B3 Covid-19 Dibakar di Pabrik Semen Padang, DLH: Masker Medis Dilarang Dibuang Ke TPA

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon mengatakan untuk pengelolaan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Covid-19 di P

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Kadis DLH Padang Mairizon 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon mengatakan untuk pengelolaan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Covid-19 di Padang bekerja sama dengan pihak PT Semen Padang.

Kata dia, petugas DLH menjemput sampah ke lokasi karantina baik milik pemerintah maupun isolasi mandiri dengan box.

"Petugas DLH yang mengambil limbah juga menerapkan protokol covid-19 dan pengambilan ini rutin dilakukan sekali dua minggu," kata Mairizon, Rabu (4/11/2020).

Mairizon mengatakan, pembakaran sampah tidak lagi menggunakan isinerator (Incinerator), yang ada di RSUD Rasidin.

Kata dia, Insinerator di RSUD Rasidin tidak memiliki filter asap, sehingga menimbulkan asap yang pekat.

"Insinerator (Incinerator) di RSUD Rasidin mengeluarkan asap yang besar dan masyarakat di sana protes, sudah dua bulan tidak berjalan insinerator ini," ujar Mairizon.

Marizion mengatakan untuk penanganan Covid-19, warga juga harus disiplin mengelola sampah, seperti limbah masker medis.

Baca juga: Tempat Pembuangan Sampah Liar Masih Ada, DLH Kota Padang Dirikan Posko Pengawasan

Baca juga: Kubus Apung di Banda Bakali Padang Kembali Dipasang, DLH: Akan Dilepas Sebelah Bila Debit Air Naik

Kata dia, limbah masker medis termasuk limbah B3 dan pengelolaan tidak boleh dibuang ke tempat pembuangan semenatra (TPS) atau TPA.

"Jangan dibuang ke TPA, TPS namun dikumpulkan dan petugas DLH akan membawa untuk dibakar di Lubuk Kilangan," ujar Mairizon.

Marizon menambahkan dengan jumlah penduduk Padang hampir 1 juta, diperkirakan menghasilkan sampah 600 ton perhari.

Namun imbuhnya semenjak covid-19 terjadi penurunan, menjadi 400 sampai 450 ton perhari.

"Dengan ada pandemi jumlah sampah yang dihasilkan cukup berkurang, sebab aktivitas masyarakat juga berkurang," ujar Mairizon. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved