Breaking News:

Momentum Maulid Nabi, Nasrul Abit Ajak Anak Muda Sumbar Rajin Datangi Masjid

CALON Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengajak agar generasi muda di Ranah Minang mau mendatangi masjid untuk membekali diri dengan ibadah.

IST/Media Center NA-IC
Calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, saat menghadiri Maulid Nabi di Masjid Jabal Rahmah, Kuranji, Padang, Minggu (1/11/2020). 

CALON Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengajak agar generasi muda di Ranah Minang mau mendatangi masjid untuk membekali diri dengan ibadah dan ilmu agama.

Ia menyebut bahwa bekal agama sangat penting diberikan kepada anak-anak, apalagi saat ini teknologi semakin canggih. Karena itu, ilmu agama dapat menjadi benteng pertahanan diri sendiri.

"Di tengah perkembangan zaman, anak-anak harus memiliki perlindungan dari diri sendiri. Hal itu bisa didapat jika ilmu agamanya kuat," kata saat menghadiri acara Maulid Nabi di Masjid Jabal Rahmah, Kuranji, Padang, Minggu (1/11/2020).

Menurutnya, masjid dan taman pendidikan Alquran merupakan wadah utama untuk anak-anak belajar ilmu agama. Ia melihat bahwa saat ini di masjid-masjid cukup jarang ditemui anak-anak muda.

Baca juga: Korban Kerusuhan Wamena: Nasrul Abit Pahlawan Kami, Cuma Beliau yang Berani Jemput Kami

"Saya sudah sering berkeliling Sumbar. Di masjid-masjid mayoritas masyarakat yang sudah lanjut usia,” ujarnya.

Ke depan, kata Nasrul Abit, harus ada komitmen bersama untuk merancang strategi bagaimana anak-anak muda mau datang ke masjid dan tempat lainnya yang mampu memberikan pembekalan agama.

Siapa pun pemerintahnya, persoalan ilmu agama mesti menjadi perhatian. Menurutnya, hal itu menjadi tanggung jawab bersama, baik orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun pemerintah.

“Jika tidak dibekali ilmu agama yang cukup, anak-anak muda kita kelak berpotensi tergerus perkembangan zaman,” tuturnya.

Baca juga: Di Solok Selatan, Nasrul Abit Tawarkan Solusi Kesejahteraan bagi Warga Pinggiran Hutan Lindung

Ia berpendapat bahwa pembekalan ilmu agama juga berdampak pada karakter individu. Ketika anak-anak sudah dewasa dan menghadapi era globalisasi saat ini, hal itu akan menjadi benteng dari dirinya sendiri.

“Saat ini misalnya sekolah dalam jaringan (online), ada potensi anak-anak tidak diawasi penuh oleh orang tua ketika berselancar di dunia maya,” ucapnya.

Nasrul Abit tidak menafikan bahwa saat ini teknologi dibutuhkan dan anak-anak muda tidak bisa dihambat untuk mengaksesnya.

Namun, menurutnya, yang terpenting ialah kontrol dari keluarga terhadap penggunaan teknologi itu.

Oleh sebab itu, ia berharap orang tua meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak karena teknologi juga bisa berdampak buruk kepada generasi muda. (*)

Editor: Saridal Maijar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved