Breaking News:

Semangat Pedagang Pasar Raya Padang Kedatangan Mulyadi dan Berdialog Langsung

Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 1 Mulyadi berkunjung ke Pasar Raya Padang untuk melihat kondisi pasar dan menyapa pedagang pasar.

istimewa
Semangat Pedagang Pasar Raya Padang Kedatangan Mulyadi dan Berdialog Langsung 

Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 1 Mulyadi berkunjung ke Pasar Raya Padang untuk melihat kondisi pasar dan menyapa pedagang pasar. Kedatangan Mulyadi pun mendapat sambutan dari pedagang dan pengunjung pasar yang sedang menjalankan aktivitas mereka.

Mulyadi yang menggunakan kemeja biru berjalan keliling Pasar Raya Padang sambil menyapa pedagang-pedagang yang sedang melakukan jual-beli, Kota Padang, Sabtu (17/10/2020. Ketua DPD Demokrat Sumbar ini juga berdialog dengan beberapa pedagang.

Satelah melihat kondisi pasar, Mulyadi singgah di salah satu warung untuk menikmati minuman di Pasar Raya Padang tersebut. Beberapa pedagang yang mengetahui kedatangan Mulyadi tidak ingin melewati untuk menyampaikan keluhan kepada Mulyadi yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu.

Sambil minum bersama, Edi salah seorang perwakilan Pasar Raya Padang langsung meluapkan keluhannya selama ini. Edi mengatakan pedagang kecil di Pasar Raya Padang merasa terpinggirkan dengan semenjak dibangunnya pasar modern di sekitaran Pasar Raya Padang.

"Dengan adanya Matahari lama, jelas UMKM masyarakat jelas terhambat," ucap Edi.

Menanggapi keluhan tersebut, Mulyadi menyampaikan bahwa dirinya termasuk yang tidak ingin aktivitas di pasar rakyat seperti Pasar Raya Padang terganggu oleh adanya pasar modern. Dia menyebut, jika itu merupakan kewenangan provinsi itu bisa diputuskan jika diberi amanah oleh masyarakat Sumbar.

Namun, jika itu kewenangan pemerintah kota/kabupaten, Mulyadi menyebut sebagai gubernur hanya mendorong dan memperjuangkan. Yang terpenting bagi dia, kepentingan pedagang tidak boleh terganggu karena banyak pedagang yang menggantungkan hidup mereka pada aktivitas pasar.

"Jika ada kewenangan provinsi, saya orang yang paling tidak mendukung pasar rakyat ini diserahkan ke investor. Cara berfikir yang salah. Ini pasar rakyat, di sini pendapatan rakyat. Satu jengkal tidak akan diserahkan ke investor," jawab Mulyadi.

Selain soal keberadaan pasar modern, Edi juga menyampaikan keluhan pedagang lainnya perihal Pasar Raya Padang yang tidak memiliki ikon tersendiri. Padahal menurut Edi, sebagai Ibukota, Pasar Raya Padang bisa menjadi ikon dan pusat belanja bagi masyarakat.

"Sekarang kita lihat pusat perdagangannya lebih hebat Bukittinggi dari Padang," tambah Edi.

Menjawab hal tersebut, Mulyadi menyebut pemerintah harus mengambil peran. Untuk membuat pasar menjadi sebuah sentral penjualan harus ada pelatihan yang membuat sebuah pasar punya produk unggulan dari pasar lainnya.

"Pemerintah harus mengambil peran, memberikan pelatihan kepada pedagang supaya produk yang mereka miliki makin bagus dan semakin banyak yang mendengar bahwa membeli sesuatu harus ke Pasar Raya Padang," ucap Mulyadi.

Mendengar jawaban Mulyadi, Edi dan puluhan pedagang lainnya yang terlibat dialog merasa puas. Mereka merasa mendapat perhatian dan berharap kedepan tetap menjadi perhatian.

"Kami doakan bapak semoga terpilih dan menjadi gubernur," ucap Edi yang diamini langsung oleh Mulyadi.

Sebagai bentuk dukungan, pedagang yang minum bersama dan berdialog dengan Mulyadi berfoto bersama dengan menunjukkan jari telunjuk menunjukkan angka 1.(*)

Editor: afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved