Breaking News:

Kisah Inspiratif

Pandemi Covid-19 Malahan Kelompok Jahit Dkartinis di Padang Eksis, Suirah: Dibanjiri Order Masker

Saat pandemi covid-19, berbagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut terdampak situasi dan kondisi tersebut.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Suasana toko kelompok Dkartinis di Bungus Teluk Kabung, kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) baru-baru ini. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Saat pandemi Covid-19, berbagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut terdampak situasi dan kondisi tersebut.

Namun, berbeda halnya dengan kelompok jahit Dkartinis,  yang beralamat di Kelurahan Telul Kabung Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) malahan kebanjiran orderan atau pesanan.

Ketua Kelompok Dkartinis Suirah mengatakan orderan atau pesanan masker datang dari instansi pemerintah maupun pihak swasta serta komunitas-komunitas lainnya.

"Pesanan yang datang tidak hanya dari kota pada juga ada pesanan dari luar daerah Padang," kata Suriah, Jumat (16/10/2020).

Dkartinis ini terdiri dari sembilan ibu rumah tangga yang termasuk binaan CSR PT Pertamina Integrated Terminal Teluk Kabung.

Baca juga: UU Cipta Kerja Memudahkan Pelaku UMKM Mendapatkan Sertifikat Halal, Proses Singkat dan Cepat

Awalnya, para ibu rumah tangga tersebut tidak bisa menjahit sama sekali, mereka hanya ibu rumah tangga dengan pekerjaan suami nelayan atau buruh.

Sejak Tahun 2018, para ibu rumah tangga ini dilatih menjahit dasar hingga mahir oleh fasilitator Human Initiative Sumbar.

"Mesin jahit juga dibantu, mesin jahit biasa, dan mesin jahit obras dan mesin jahit ini itu awalnya dibawa kerumah masing-masing," ujarnya.

Suirah mengatakan, awalnya sewa toko yang dibantu lewat program corporate social responsibility/CSR PT Pertamina Integrated Terminal Teluk Kabun, kini Dkartinis mampu menyewa sendiri.

Selain itu, Dkartinis juga mengadakan barang-barang untuk jualan seperti benang, resleting, jarum, jahit dan perlengkapan jahit.

"Semua itu dipenuhi dengan penghasilan kelompok. Dalam mengelola orderan jumlah besar, Dkartinis telah memiliki sistem kerja yang rapi," ujar Suirah.

Awalnya tidak bisa menjahit, kini para ibu rumah tangga tersebut sudah mahir menjahit berbagai macam kain, mulai dari baju, mukenah, sprei, masker maupun permak pekaian.

Menurutnya, saat pesan jahit lagi sepi, rata-rata penghasilan anggota kelompok Dkartinis bisa Rp 600.000 per bulan.

"Kalau orderan jahit sedang banyak, seperti banyaknya pesanan masker saat ini bisa menghasilkan Rp 1 juta dalam 5 hari," ujarnya.

Berkembangnya usaha jahit Dkarinis sangat dirasakan dampaknya oleh anggota kelompok Dkartini Nelriwati.

Pasalnya, dia harus mengidupi dua orang anaknya sendiri sejak sang suami meninggal dunia setahun yang lalu.

"Saat ini untuk memenuhi semua kebutuhan harian dan sekolah anak-anaknya itu dari hasil orderan jahitan yang datang," ujarnya.

Nelwari mengaku bersyukur bisa menjadi bagian kelompok ini yang dilatih dan dibina untuk bisa mandiri berpenghasilan.

Sehingga saat tulang punggung keluarganya meninggal, anak-anak tetap bisa sekolah dan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Baca juga: Teten Masduki: Manfaat UU Cipta Kerja, Sektor UMKM Dapat Sertifikasi Halal Gratis

Baca juga: Semen Padang Berikan Restrukturisasi dan Rescheduling Terhadap Pinjaman UMKM Terdampak Covid-19

Fokus Pemberdayaan Masyarakat

Sementara itu, fasilitator Human Initiative Fira Septrianti mengatakan salah satu fokus Human Initiative berupa pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, pemberdaayan masayarakat ini berupa bantuan modal dan pembinaan intensif kepada kelompok usaha tertentu

"Bukan hanya memberikan bantuan saja tetapi membuat binaan benar diasah skill dan mentalnya supaya bisa mandiri dan tidak tergantung oleh bantuan lagi," ujarnya.

Menurutnya, program intensif pelatihan ini dilakukan selama 6 bulan, pertemuan 5 hari dalam sepekan.

"Kemudian 6 bulan berikutnya itu pemantauan dan melihat perkembangan selama program intensif tadi, ditahun berikutnya kita berikan bekal lainnya yg belum di kuasai ibu ini, sehingga ini yg menyebabkan kemajuaannya ini cepat," ujarnya.

Fira Septrianti mengatakan saat covid-19 ini pesan masker banyak, dalam sehari penghasilan anggota Dkartinis bisa Rp 200 ribu per orang.

"Walaupun covid-19, namun dengan pesanan masker ini, ekonomi ibu-ibu disini sangat terbantu," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved