Breaking News:

Pilkada Sumbar 2020

Soal Konser Musik Saat Kampanye, Pengamat Politik Sumbar: Enggak Pas dan Harus Ditinjau Ulang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbolehkan para kandidat Pilkada Serentak 2020 menggelar konser musik di tengah pandemi Covid

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pilkada Sumbar 2020 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbolehkan para kandidat Pilkada Serentak 2020 menggelar konser musik di tengah pandemi Covid-19 dalam rangka kampanye.

Hal itu berdasar ketentuan yang diatur dalam pasal 63 ayat (1) PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Pengamat politik Universitas Andalas Padang, Edi Indrizal menyatakan bahwa aturan kampanye Pilkada 2020 yang mengizinkan adanya konser musik perlu dipertimbangkan.

Sejauh ini, Edi Indrizal menilai konser musik berpotensi terjadinya kerumunan massa. 

"Ya, sebetulnya kalau konser musik pasti bisa menimbulkan kerumunan. Dan, di tengah pandemi yang masih akut seperti sekarang, tentu saja enggak pas," tegas Edi Indrizal, Senin (21/9/2020).

Menurut dia, seharusnya ada perubahan regulasi yang dilakukan oleh KPU sebagai penyelenggara kontestasi politik.

Konser Musik Saat Kampanye Dibolehkan, KPU Sumbar: Maksimal 100 Orang

Mengingat  konser musik dalam rangka kampanye dinilai tak memiliki kepentingan bagi masyarakat.

"Harus ditinjau ulang semestinya. Karena bagaimanapun juga bisa memicu peningkatan kasus covid-19," tambah Edi Indrizal.

Baginya masyarakat justru seperti dipertaruhkan keselamatannya, apabila konser musik ini tetap diperbolehkan dilaksanakan para calon kepala daerah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved