Breaking News:

Corona Sumbar

Berharap Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Mampu Mengerem Penyebaran Covid-19 di Sumbar

Menegakkan kedisiplinan masyarakat untuk ikut protokol kesehatan melalui Perda Adaptasi Kebiasaan Baru menjadi kunci untuk menghentikan penyebaran Cov

TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat diwawancara awak media di kantor DPRD Sumbar, Rabu (2/9/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Menegakkan kedisiplinan masyarakat untuk ikut protokol kesehatan melalui Perda Adaptasi Kebiasaan Baru menjadi kunci untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebut, Perda Adaptasi Kebiasaan Baru memiliki target membuat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 berkurang dan semua orang ikut dan patuh protokol kesehatan.

Update Corona Sumbar: Tambah 33 Kasus dari 3.803 Sampel, Total 3.160 Kasus Per 11 September 2020

Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Satu Komando Tangani Covid-19, DPR RI Inginkan Satu Arah

"Mohon kiranya segera sosialisasikan. Bentuk tim dengan SK dari bupati wali kota, beberapa turunannya dibuat, anggarannya disiapkan, dan beberapa lainnya," harap Irwan Prayitno kepada bupati dan walikota saat rapat sosialiasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Jumat (11/9/2020) malam.

"Inilah kekuatan yang kita andalkan saat ini untuk mengerem Covid-19 di Sumatera Barat, tidak ada lagi lain," tegas Irwan Prayitno.

Kalau mau PSBB, lanjut Irwan Prayitno, dirasa tidak mungkin.

Sumatera Barat tidak mungkin (lagi) PSBB.

Sebab, arahan pusat tidak juga ke arah PSBB.

"Kita sedang sibuk untuk pemulihan ekonomi. Kita oleh DPRD pun sedang sibuk menganggarkan anggaran melalui program pemulihan ekonomi," terang Irwan Prayitno.

Dengan target kalau bisa pertumbuhan ekonomi Sumbar tidak minus lagi.

Bila PSBB diterapkan, maka ekonomi Sumbar akan minus lagi, akibatnya bertambah kemiskinan dan pengangguran.

Juga disiapkan lagi uang ratusan milyar untuk membackup dan membantu mereka yang dirumahkan karena tidak kerja.

"Ini rasanya tidak mungkin. Uang kita tidak punya. Kami tahu kota kabupaten juga tidak punya uang," ungkap Irwan Prayitno.

Menurutnya, mengendalikan Covid-19 caranya yaitu dengan patuh dengan protokol covid-19, sementara dengan sanksi administratif tidak ada efek jera.

"Maka pidanalah harapan kita ada efek jera. Oleh karena itu, dengan dukungan semua pihak bisa mensukseskan program ini secara bersama-sama," ajak Irwan Prayitno. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved