Breaking News:

Penembakan Masjid di Selandia Baru

Soal Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru, PM Australia Terbuka untuk Dipulangkan

CANBERRA terbuka menerima gagasan Selandia Baru mengirim pelaku penembakan terhadap 51 jamaah masjid di Christchurch kembali ke Australia untuk

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA VIA WARTAKOTALIVE.COM
Brenton Tarrant (28), pria asal Australia yang disebut sebagai pelaku penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019)silam. 

CANBERRA terbuka menerima gagasan Selandia Baru mengirim pelaku penembakan terhadap 51 jamaah masjid di Christchurch kembali ke Australia untuk menjalani hukuman seumur hidupnya.

Hal itu dikemukakan oleh Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison pada Jumat (28/8/2020) hari ini.

Brenton Tarrant, pelaku penyerangan terhadap komunitas Muslim merupakan seorang supremasi kulit putih, yang dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat pada Kamis (27/8/2020) lalu.

Segera setelah hukuman dijatuhkan, Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters mengatakan Tarrant harus dipindahkan ke sistem penjara Australia.

"Komunitas Islam dan seluruh Selandia Baru telah cukup menderita tanpa harus membayar biaya penjara yang sangat besar untuk menjaganya tetap aman di sistem penjara kami," kata Peters.

PM Australia mengatakan ia tidak menerima permintaan untuk mentransfer narapidana itu tetapi negaranya siap untuk membicarakan prospek tersebut dengan mitranya dari Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Masa Kecil Brenton Tarrant Teroris Penembakan di Masjid Selandia Baru Terungkap

REFLEKSI Aksi Penembakan Masjid di Selandia Baru Momentum Habisi Prasangka dan Kebencian

"Apakah dia ditahan di Australia atau Selandia Baru, kami terbuka untuk diskusi itu," katanya kepada televisi Seven News.

"Pemindahan itu jelas memiliki banyak implikasi terhadap keputusan semacam ini. Perdana Menteri Selandia Baru dan saya akan membicarakan masalah itu," ucap Morrison.

Morrison menambahkan, keinginan para korban selamat dan anggota keluarga korban yang berduka menjadi yang terpenting dalam setiap keputusan terkait masa depan pelaku.

"Hal yang terpenting, kami prihatin dan kami ingin melakukan hal yang benar untuk mereka," katanya.

PM Australia, Scott Morrison (*/TRIBUNNEWS.COM)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved