Breaking News:

Corona Sumbar

Pejabat Positif Corona di Sumbar Beberkan Pengalamannya, Ngaku Sempat Syok dan Kaget

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Yosmeri menceritakan saat-saat bagaimana awalnya ia dideteksi ter

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi: Virus Corona atau Covid-19 

Setelah dipastikan positif Covid-19, Yosmeri langsung mengisolasi diri di rumah. Interaksinya kalau makan ditaruh di depan kamar atau ditaruh di balkon, nanti ia akan diberi tahu.

"Isolasi mandiri dikurung dalam kamar, tidak boleh kontak dengan keluarga, keluar kamar untuk mandi saja, biar lebih aman keluarga, makan di taruh di dekat pintu kamar, kayak pesan makan di hotel," ujar Yosmeri blak-blakan.

Ia dan keluarga disiplin menjalankan aturan isolasi, mulai dari menjaga jarak, menjaga kebersihan, tidak keluar rumah, makan makanan yang bergizi, berjemur setiap pagi, dan mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter.

Bahkan, alat makan dan minum yang digunakan  dipisah dari alat yang digunakan anggota keluarga lainnya.

Kalau makanan untuk peningkatan antibodi, Yosmeri banyak minum vitamin, air kelapa muda pakai garam dan jeruk nipis.

BMKG : Peringatan Gelombang Tinggi Perairan Sumatera Barat Tanggal 23-24 Agustus 2020

Informasi Tes SKB CPNS 2019 Dibagi Menjadi Dua Tahap dan Cek Jadwal Pelaksanaan Ujian

Lalu juga minum susu serta multivitamin propolis 3 kali sehari, sekali pakai 6 tetes, makan buah dan sayuran serta banyak minum air panas.

Dia juga minum air rebusam jahe, serai dan sebagainya.

"Pokoknya apa yang dirasa bisa meningkatkan imun di minum. Saya juga makan telur setengah matang ayam kampung," ungkap Yosmeri.

Untuk kegiatan sehari-hari, Yosmeri mengaku berjalan seperti biasa, tahajud, zikir, dhuha.

"Malah doa agak dilamakan waktunya dari biasa, maklum orang sakit, tentu perlu banyak doa," tutur Yosmeri.

Pagi olahraga senam aerobik selama 90 menit hingga peluh bercucuran, begitupun seterusnya, cara senam dilihat dari youtube.

Sisanya menghibur diri, mendengarkan musik, nonton televisi, chatingan dengan teman-teman, terutama mereka yang sudah sembuh dari covid-19.

Yosmeri tak pernah menyembunyikan bahwa ia kena covid. Baginya covid-19 bukan aib.

Selain itu, selama isolasi mandiri ia tetap mengontrol stafnya di kantor.

"Cek kerja di kantor, kesehatan staf, dan selalu ingatkan staf untuk lebih tingkatkan disiplin protokol covid-19," kata Yosmeri.

Yosmeri mengaku, juga memotivasi staf kalau pun terkena covid, harus tetap semangat dan jangan sampai stres dan panik ataupun galau.

Sebab, menurutnya, jika stres sudah 80 persen menuju sakit tapi kalau bahagia 80 persen menuju sehat.

"Alhamdulilah berkat izin Allah dalam 1 minggu hasil swab saya negatif dan diswab yang kedua kali negatif juga."

"Pada 20 Agustus, keluar hasil negatif yang kedua,  maka dinyatakan sehat sudah boleh keluar rumah dan dan bekeja."

"Insya Allah Senin (24/8/2020) mulai kerja seperti biasa," ungkap Yosmeri.

Semoga, kata Yosmeri, ceritanya bisa jadi pembelajaran dan warga Sumbar terhindar dari covid.

"Jika terkena (positif) covid-19 pun bukan akhir segalanya," tutup Yosmeri. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved