Breaking News:

Berhasil Bangun Sumbar dari Parlemen, Mulyadi Selalu Utamakan Kepentingan Rakyat

Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mulyadi dinilai sukses menjadi penyambung lidah masyarakat dari parlemen sebagai Anggota DPR RI.

Istimewa
Anggota DPR RI, Mulyadi 

Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mulyadi dinilai sukses menjadi penyambung lidah masyarakat dari parlemen sebagai Anggota DPR RI. Hal itu berangkat dari keberhasilan Mulyadi membawa program pembangunan nasional untuk Sumbar tanpa harus bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumbar.

Tidak kurang 7 triliun sudah dana pusat dibawa Mulyadi untuk membangun tanah kelahirannya. Sehingga membuat kepercayaan masyarakat kepada pria kelahiran Bukittinggi ini semakin meningkat. Terbukti pada setiap Pemilu, perolehan suara Mulyadi terus bertambah.

Mulyadi mengatakan, menjadi wakil rakyat atau pemimpin masyarakat mesti diawali dari niat yang tulus. Niatnya, kata dia, harus mengutamakan kepentingan rakyat demi kemaslahatan orang banyak untuk masa depan yang lebih baik.

"Yang perlu kita harus yakinkan pada diri kita bahwa kita harus betul-betul tujuan yang ikhlas untuk kepentingan orang banyak. Jadi harus dimulai dari niat yang tulus," kata Mulyadi.

Menjadi pilihan masyarakat, menurut Mulyadi bukan untung ruginya yang dicari. Tetapi bagaimana bisa menghasilkan kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Ketua DPD Demokrat Sumbar ini menyebut, dari setiap perjuangan ataupun keputusan yang diambil sebagai wakil rakyat harus menguntungkan masyarakat banyak. Meminimalisir resiko ketidakadilan karena keterbatasan anggaran.

Selain itu, Mulyadi menuturkan yang terpenting ialah menepikan kepentingan golongan atau kelompok. Karena masuk DPR RI atapun nanti sebagai eksekutif yang memilih ialah masyarakat.

"Jangan sekali-kali seseorang ingin menjadi pemimpin, tapi sebelum dia menjadi pemimpin dia sudah punya misi atau tujuan tertentu yang lebih kepada kepentingan pribadi atau kelompok itu sangat berbahaya," ucap Mulyadi.

Oleh sebab itu, Mulyadi menyebutkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, apapun itu termasuk partai politik. Karena yang memilih dan memberi harapan adalah masyarakat bukan oleh perorangan.(*/ADV)

Editor: afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved