Breaking News:

New Normal Sumbar

Pemkab Ingin Terapkan New Normal, Jubir Covid-19 Kabupaten Solok: Alasan Ekonomi tidak Jalan

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam mengungkapkan alasan Pemkab ingin memberlakukan era kenormalan

Freepik.com
Ilustrasi - Pola hidup new normal 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam mengungkapkan alasan Pemkab ingin memberlakukan era kenormalan baru atau new normal.

Ia mengatakan, era new normal diberlakukan berdasarkan angka dan kurva kasus wabah virus corona (Covid-19).

"Penambahan kasus positif minimal 5 persen, kita berada di angka 2,6 persen.  Bisa dibilang saat ini tidak ada penambahan kasus positif," kata Syofiar Syam saat dihubungi, Jumat (5/6/2020).

Ia mengatakan, jumlah warga Kabupaten Solok yang terinfeksi virus corona hingga kini tercatat delapan orang.

Rinciannya, dua orang meninggal dunia, empat sembuh, dua sedang dirawat dan kondisinya sudah lanjut usia.

"Satu orang sudah lima kali tes swab dan menunggu hasil swab keenam, mudah-mudahan negatif," harap Syofiar Syam.

Alasan lain pihaknya ingin menerapkan kenormalan baru adalah dari sisi ekonomi. 

"Aktivitas ekonomi kita gak jalan. Kita anjurkan masyarakat di rumah, tapi masih keluar, kita hargai itu karena kalau tidak keluar susah juga," tegas Syofiar Syam.

Dengan adanya new normal, sebutnya, aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan bukan dibuka habis.

Halaman
12
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved