Berita Kabupaten Solok

Seorang Remaja di Solok Meninggal Dunia Saat Mandi di Embung, Diduga Tak Bisa Berenang

Seorang remaja meninggal diduga karena tenggelam di embung atau danau buatan Air Sanam, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sum

ISTIMEWA
Proses evakuasi korban seorang remaja meninggal setelah tenggelam di embung Air Sanam, Jorong Kayu Sanam, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (1/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang remaja meninggal diduga karena tenggelam di embung atau danau buatan Air Sanam, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (1/6/2020).

Remaja yang diidentifikasi bernama Darul (16) diduga tidak bisa berenang kemudian mengalami nasib nahas hingga menemui ajalnya di Jorong Kayu Sanam, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumbar.

Camat Lembah Gumanti, Zaitul Ikhlas membenarkan warganya yang bernama Darul (16) dikabarkan meninggal setelah dilakukan pencarian secara bersama-sama masyarakat.

Menurutnya, penyebab korban tenggelam diduga karena tidak bisa berenang itu terjadi pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB.

"Iya benar ada seorang remaja yang tenggelam bernama Darul (16), saya mwndapat informasi kalau dia bermain bersama-sama dengan temannya," ujar saat dihubungi TribunPadang.com, Senin (1/6/2020).

Tim Polres Pesisir Selatan Gerebek Arena Judi Sabung Ayam, Si Pemilik Gelanggang Diamankan

UPDATE Corona di Sumbar Nihil, Per 1 Juni 2020 Total 567 Positif dan 267 Dinyatakan Sembuh

Berselang sejam ungkap camat, keberadaan remaja tersebut ditemukan setelah dilakukukan upaya pencarian.

Sebelumnya, remaja tersebut tenggelam di lokasi danau buatan atau embung dan mandi-mandi di lokasi tersebut.

"Pencarian dilakukan secara bersama-sama, ada warga, kepolisian, dan juga datang tim BPBD," sebutnya.

Sejauh ini lanjutnya, lokasi embung tersebut bukanlah lokasi untuk berenang.

Namun, karena lokasi tersebut sudah dijadikan tempat wisata dan lokasinya lumayan memikat pengunjung untuk ke sana.

"Karena sudah bagus lokasinya, jadi ada anak-anak dan warga mandi di sana" sebut camat.

Pihaknya menjelaskan keluarga korban tidak mau untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Tadi itu, pihak kepolisian setempat sudah membawa korban ke Puskesmas Aie Baluluak Nagari Sungai Nanam. Kemudian dari puskesmas langsung dibawa ke rumah duka," tutupnya.(*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved