New Normal Bukittinggi

Kota Bukittinggi Mulai Ramai, Namun Pedagang Keluhkan Daya Beli Masih Rendah

Kawasan wisata Jam Gadang Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai ramai dikunjungi wisatawan saat penerapan new normal diber

TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Seorang pedagang aneka cenderamata serta sovenir yang menggelar dagangannya di sekitar Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (1/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kawasan wisata Jam Gadang Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai ramai dikunjungi wisatawan saat penerapan new normal diberlakukan, Senin (1/6/2020).

Meskipun pengunjung mulai ramai, namun pedagang asongan di Kawasan Wisata Jam Gadang Bukittinggi mengungkapkan daya beli pembeli masih relatif rendah.

Pedagang mainan di Kawasan Wisata Jam Gadang, Dewi Fitriyanti (25) mengatakan pembeli mainan biasanya wisatawan dari luar kota Bukittinggi.

Ia menjual mainan anak-anak, waterbal atau balon dengan harga Rp 5000, dan water stik dengan harga Rp15.000

"Daya beli masih sepi, baru dua orang yang membeli waterbal, satunya Rp5000," kata Dewi Fitrianti, Senin (1/6/2020).

Menurut, pengunjung Jam Gadang saat ini masih dominasi masyarakat sekitar, yang bosan dan jenuh berada di rumah kemudian mencari tempat.

Sejauh ini lanjutnya, warga dari Kota Bukittinggi dan sekitar masih relatif jarang membeli dagangannya

"Berbeda, kalau wisatawan luar, seperti Pakanbaru, Padang, Medan, mainan anak-anak langsung dibeli, kalau pembeli sini selalu menawar harga rendah," ujar Dewi.

Dewi mengaku saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan, pedagang asongan tidak dibolehkan berjualan.

WNA Irlandia di Padang Positif Corona, Ingin Uji Swab sebagai Syarat Kembali ke Negara Asal

Pasca Satpol PP Razia Gepeng di Kota Padang, Terungkap Pengemis Ada Pemandunya

UPDATE Corona di Sumbar Nihil, Per 1 Juni 2020 Total 567 Positif dan 267 Dinyatakan Sembuh

"Kalaupun nekat berjualan, pedagang akan diusir oleh petugas. Kalau kami berjualan tidak ada yang beli, sepi," ujar Dewi.

Senada, pedagang aksesoris di Pasar Ateh Bukittinggi Sri Utami (50) mengungkapkan lebaran tahun daya belinya  merosot dibandingkan selama selama tahun dirinya berjualan.

"Baru berjualan mulai Rabu pekan lalu, Hari lebaran keempat, orang sepi. Sejak Minggu kemarin sudah mulai ramai, tapi tidak jual beli, biasa di depan. susah dapat uang," ujarnya.

Sri Utami membandingkan apabila pada hari libur, jual beli atau omzet bisa mencapai Rp 1 juta, sedangkan saat ini untuk mendapatkan seratus ribu saja susah. (*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved