Breaking News:

PSBB Sumbar

Pemko Padang Bentuk Kongsi RT, Untuk Perkuat Peran Masyarakat Tangani Covid-19

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah masih belumlah bisa memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota P

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Wali Kota Padang Mahyeldi, saat memimpin rapat di jajaran Pemerintah kota (Pemko) pada Kamis (9/4/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah masih belumlah bisa memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kapan berakhir.

Hanya saja, saat ini Pemko Padang sedang mempersiapakan alur new normal baik bagi pemerintah maupun masyarakat kedepannya.

"Apakah PSBB berakhir atau tidak yang jelas bahwasanya kita mempersiapkan, bagaimana pemerintahan dan masyarakat kedepan," kata Mahyeldi, usai evaluasi dengan tim covid-19 FK Unand, Rabu (27/5/2020) 

Menurutnya, berdasarkan evaluasi tersebut didapatkan alur new normal, berupa konsepan membentuk Kongsi Rukun Tetangga (RT).

"Ada satu konsep yang akan kita lakukan, yaitu kongsi kovid-19 di Rukun Tetangga atau RT. Itulah yang akan kita perkuat," kata Mahyeldi.

Menurutnya, selama ini di Kota Padang sudah menguatkan peran RT seperti pendataan, serta distribusi bantuan terdampak Covid-19.

Selain itu, beberapa RT juga sudah melakukan lockdown serta melakukan kegiatan kepedulian pada warga pendatang maupun yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Dengan adanya hasil penelitian tim covid-19 FK Unand, maka kita akan memperkuat RT, sehingga penanganan covid-19 menjadi keseharian kehidupan masyarakat kota Padang," ujar Mahyeldi.

Soal Kasus Positif Covid-19, Wali Kota Mahyeldi: Masih Relatif Banyak di Padang yang Belum Terlacak

UPDATE Corona di Sumbar Terjadi Lonjakan, Per 27 Mei 2020 Tembus 537 Positif Covid-19

Menurutnya, dari 3000an RT yang ada di Padang, kasus terkonfirmasi positif hanya terdapat pada beberapa RT.

Dengan membentuk kongsi RT tersebut akan memperkecil skop atau wilayah kerja penanganan covid-19.

Sehingga SDM akan lebih diarahkan pada penanganan pada RT yang ada kasus positif covid-19.

Lanjutnya, masyarakat di sekitarnya juga akan diberdayakan dalam penanganan covid-19.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved