Matahari Lockdown, Ilmuwan NASA Khawatir Picu Dalton Minimum yang Pernah Terjadi 1790 dan 1830

Ilmuwan NASA mengkhawatirkan saat matahari memasuki periode Lockdown bisa memicu terjadinya Dalton Minimun.

NASA/SDO(AIA)
Ilustrasi matahari 

TRIBUNPADANG.COM - Ilmuwan NASA mengkhawatirkan saat matahari memasuki periode Lockdown bisa memicu terjadinya Dalton Minimun.

Dalton Minimun pernah terjadi antara tahun 1790 dan 1830.

RAMALAN ZODIAK Pekan Ini Hingga 23 Mei 2020, Libra Berselisih, Taurus Rentan Stres, Pisces Bersabar

Tiga Rumah Terbakar di Kampung Pondok Kota Padang, Korban: Baju di Badan Pemberian Tetangga

Saat Dalton Minimum berdampak pada suhu yang menjadi sangat dingin, letusan gunung berapi hingga gagal panen yang berujung kelaparan.

Saat itu, suhu anjlok hingga 2 derajat celsius selama 20 tahun dan produksi pangan dunia merosot.

Letusan Gunung Tambora di Indonesia pada 10 April 1815, yang menewaskan sedikitnya 71.000 orang juga dianggap sebagai bagian dari efek Dalton Minimum saat itu.

Dampak lainnya saat itu, juga menjadi tahun tanpa musim panas pada tahun 1816.

Para ilmuwan mengatakan, Matahari saat ini tengah memasuki periode "lockdown" yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti gempa bumi, cuaca beku, dan kelaparan.

Menurut mereka, saat ini aktivitas permukaan matahari sedang turun drastis karena berada dalam periode solar minimum (minimum matahari).

Akibatnya, sinar matahari mengalami penurunan drastis yang ditandai dengan bintik matahari yang menghilang.

“Solar minimum sedang berlangsung, dan ini parah,” ujar astronom Dr Tony Phillips, dikutip dari The Sun, Minggu (17/5/2020).

Halaman
12
Editor: afrizal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved