Tenaga Medis Agam Kagumi Cara Mulyadi Salurkan Bantuan

Tenaga medis di Kabupaten Agam mengagumi cara Anggota DPR RI dapil Sumatra Barat (Sumbar) II Mulyadi dalam menyalurkan bantuan

istimewa
Anggota DPR RI Dapil Sumatra Barat (Sumbar) II Mulyadi menyalurkan bantuan di tengah pandemi virus covid-19 atau corona. 

Tenaga medis di Kabupaten Agam mengagumi cara Anggota DPR RI dapil Sumatra Barat (Sumbar) II Mulyadi dalam menyalurkan bantuan di tengah pandemi virus covid-19 atau corona. Mulyadi melibatkan seluruh masyarakat untuk bisa ikut serta berkontribusi menyalurkan bantuan.

Mulyadi bukan hanya melibatkan kader, tapi juga para tokoh adat, pemuda dan para aktivis. Mulyadi ingin semua masyarakat terlibat, bukan hanya golongan tertentu.

Bahkan Mulyadi pun ikut turun tangan langsung untuk ikut membagikan. Masa pandemi ini bagi Mulyadi adalah momentum merekatkan persatuan dan bersama-sama untuk saling menguatkan.

Cara Mulyadi menangani darurat pandemi corona mendapat apresiasi dari para tenaga medis. Sebab, Mulyadi mau terlibat sehingga meringankan beban para tenaga medis.

"Cara penyaluran bantuan pak Mulyadi tidak memberatkan kami karena beliau datang langsung ke tempat kami," ungkap Kepala Puskesmas Palupuh, Agam, Geri Satria Putra.

Lebih lanjut, Geri menjelaskan lokasi Puskesmas Palupuh berada di perbatasan yang jauh dari perkotaan. Dikarenakan hal tersebut, pihaknya kerap kali menjemput bantuan di wilayah perkotaan. Hal ini dinilai memberatkan pihak tenaga medis yang harus berjaga di puskesmas.

"Selama ini kami harus mengambil sendiri bantuan di wilayah kota, kami berterima kasih atas bantuan tapi tentu saja terkadang memberatkan kami kalau harus mengambil sendiri di kota," ujar Geri.

"Kami sangat berterima kasih sekali kepada pak Mulyadi yang datang langsung ke puskesmas kami dengan membawa bantuan. Di samping memudahkan kami bantuan beliau sangat kami butuhkan," tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Syafril yang mewakili Mulyadi mengatakan bahwa pihaknya hanya ingin membantu meringankan beban paramedis yang tengah berjuang di masa pandemi. Oleh karenanya, penyerahan bantuan langsung kepada pihak penerima dinilai sebagai pilihan terbaik. Dengan begitu, pengecekan kesiapan fasilitas kesehatan dan penyerapan aspirasi dapat sekalian dilakukan.

"Pak Mulyadi memilih metode ini karena beliau ingin mengetahui secara langsung kondisi puskesmas dan jika ada aspirasi yang dapat diperjuangkan Insha Allah akan beliau bantu," ungkap Syafril.(*/ADV)

Editor: afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved