PSBB Sumbar

Salat Jumat Berjamaah di Masjid, Gubernur Irwan Prayitno Beri Kesempatan Bupati dan Wako Se-Sumbar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan kepada Bupati dan Wali Kota untuk membuat kebijakan m

TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan pihaknya memberikan kesempatan kepada Bupati dan Wali Kota untuk membuat kebijakan membolehkan penyelenggaraan salat Jumat berjamaah di masjid.

Kesempatan itu diberikan dengan mengikuti Maklumat dan Tausiyah MUI Provinsi Sumbar Nomor 007/MUI-SB/V/2020.

Irwan Prayitno menyatakan, salat berjamaah dapat dilaksanakan jika suatu daerah dipastikan aman dari penyebaran covid-19.

"Kebijakan tersebut dapat diberikan kepada daerah yang telah menunjukan tidak adanya yang positif covid-19 (zero covid-19), namun dikecualikan untuk masjid di tempat transit, pinggir jalan, pasar, dan tempat keramaian," kata Irwan Prayitno.

Foto: Surat Nomor : 360/117/Covid-19-SBR/V-2020 pada Rabu tanggal 13 Mei 2020 tentang penyelenggaraan salat berjemaah di masjid dalam kondisi wabah covid-19.
Foto: Surat Nomor : 360/117/Covid-19-SBR/V-2020 pada Rabu tanggal 13 Mei 2020 tentang penyelenggaraan salat berjemaah di masjid dalam kondisi wabah covid-19. (REPRO/TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA)

Penjelasan tersebut disampaikan Gubernur melalui surat Nomor : 360/117/Covid-19-SBR/V-2020 pada Rabu tanggal 13 Mei 2020.

BREAKING NEWS: Per 14 Mei 2020, Kasus Virus Corona di Sumatera Barat Tembus Angka 371

Pasien Positif Corona di Tanah Datar Sumbar Meninggal Dunia, Masih Remaja 16 Tahun

Ia menjelaskan, berjemaah di masjid dalam kondisi wabah covid-19, dengan memperhatikan kearifan lokal (local wisdom) yang ada.

Selanjutnya, bupati wali kota menyepakati dengan MUI Kabupaten dan kota untuk membuka kembali masjid untuk pelaksanaan Salat Jumat dengan sejumlah persyaratan.

Yakni ada penetapan dari pejabat berwenang atau kepala daerah bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang tidak sedang mewabahnya Covid-19.

Kemudian daerah tersebut telah ditutup pintu masuknya sehingga tidak bercampurnya orang yang sehat dengan orang yang sakit.

Masjid yang menyelenggarakan ibadah memastikan bahwa yang hadir adalah jemaah tetap (dibuatkan kartu khusus jemaah).

Lalu, tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan covid-19, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan sabun sebelum masuk masjid, menggunakan masker, masjid tidak membentangkan sajadah atau tikar.

“Pelaksanaan salat dan kutbah Jumat dilaksanakan secara iqtishad atau sederhana dan salat sunat lainnya dilakukan di rumah saja,” kata Irwan Prayitno.

Dikatakan Irwan Prayitno, peluang itu tetap diberikan, tetapi dalam pelaksanaannya tergantung bupati wali kota.

"Peluang itu tetap, tetapi tergantung kalau kita di Sumbar ya, bupati wali kota-nya," sebut Irwan Prayitno. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved