BKSDA Resor Agam Hentikan Penanganan Buaya di Sungai Batang Alahan Anggang

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam akhirnya memutuskan menghentikan sementara penanganan sa

ISTIMEWA
Petugas BKSDA pada saat mengambil kembali parangkap buaya di sungai Batang Alahan Anggang, Nagari Bawan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) baru-baru ini. 

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam akhirnya memutuskan menghentikan sementara penanganan satwa Buaya Muara (Crocodylus porosus) di Sungai Batang Alahan Anggang, Nagari Bawan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Pengendali Ekosisten Hutam BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, beberapa penyebab belum berhasilnya penanganan tersebut adalah disebabkan oleh meluapnya volume air sungai.

"Selain itu, masyarakat masih melakukan aktivitas mencari ikan di sekitar lokasi kandang jebak, sehingga satwa buaya tidak mau mendekati kandang jebak yang sudah diberi umpan tersebut," kata Ade Putra, Kamis (14/5/2020).

Selain itu, juga untuk mencegah kerumunan massa yang ingin menyaksikan upaya tim BKSDA dan pawang buaya melakukan upaya penyisiran serta penangkapan satwa dilindungi tersebut.

"Mengingat saat ini merupakan kondisi pendemi Covid-19," sebut Ade Putra.

Ade Putra mengatakan, masyarakat secara kearifan lokal sudah menggunakan jasa pawang buaya sebanyak dua orang.

Satwa Langka Kura-kura Kaki Gajah Ditemukan, 7 Ekor Diserahkan ke BKSDA oleh Warga Agam

Seorang Warga Kabupaten Agam Meninggal Dunia Diterkam Buaya, BKSDA Pasang Perangkap

"Namun, juga belum berhasil menemukan satwa yang diduga menewaskan Kundari (75 tahun) pada hari selasa (14/4/2020) yang lalu," Ade Putra.

Dikatakannya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, ketika warga tersebut sedang mencari ikan.

Ade Putra mengatakan warga tersebut meninggal dunia akibat digigit kemudian diseret buaya ke dasar sungai.

"Jasad korban dapat ditemukan sekitar pukul 21.50 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia sekitar lima meter dari lokasi awal diserang buaya," sebut Ade Putra.

Halaman
12
Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved