Jadwal Buka Puasa

Jadwal Buka Puasa Hari Ini Selasa 12 Mei 2020/19 Ramadan 1441 H, Padang, Pariaman & Padang Pariaman

Jadwal buka puasa, hari ini Selasa 12 Mei 2020/19 Ramadan 1441 H untuk Kota Padang, Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumater

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/DOKUMENTASI
Ilustrasi: Makam Syekh Burhanuddin di kawasan Masjid Syekh Burhanuddin, Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Kemudian sisi kiri dan kanan masjid dibuat sebuah ruangan memanjang yang dikhususkan untuk Taman Pendidikan Alqur'an.

Jadwal Buka Puasa Senin 11 Mei 2020/18 Ramadan 1441 H, Padang, Pariaman & Padang Pariaman

TRIBUNWIKI : 4 Masjid dan Surau Tua Bersejarah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Dalam buku Masjid Masjid Bersejarah di Indonesia karya Abdul Baqir Zein (1999: 67-69), Masjid Taluak Bayua diceritakan pernah menjadi saksi pertempuran.

Masjid Taluak Bayua dibangun pada tahun 1600 M oleh saudagar bangsa Arab yang juga seorang Dai bernama Abdullah.

Jadwal Buka Puasa Hari Ini Selasa 12 Mei 2020/19 Ramadan 1441 H, Bukittinggi dan Agam

Masjid Raya Ikur Koto Awalnya Bernama, Surau Batu Ikur Koto 

Jadwal Buka Puasa Minggu 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H, Payakumbuh dan Lima Puluh Kota

Namun, saat Belanda berkuasa dilakukan perluasan Teluk Bayur sehingga lokasi masjid akhirnya dipindahkan ke Kaki Bukit Air Manis.

Pengurus Masjid Taluak Bayua, Yasmida mengatakan masjid awalnya bernama Surau Ateh. Kemudian atas kesepakatan masyarakat berganti menjadi Masjid Raya Taluak Bayua.

"Mulanya dinding masjid terbuat dari kayu, sedangkan atapnya dari daun pua. Sebelum memasuki masjid, jalan dibuat berjenjang jenjang. Di sekeliling masjid ada kolam ikan. Sekarang kolam ikan tersebut sudah direnovasi dan dijadikan tempat berwudu," jelas Yasmida.

Nama lain dari Masjid Raya Teluk Bayua adalah Masjid Teluk Air Mata.

"Menurut cerita, masjid didirikan dengan susah payah. Dana yang digunakan tidak mencukupi hingga membuat masyarakat menggalang dana sampai mengeluarkan air mata," sambung Yasmida.

Lain halnya, menurut Abdul Baqir Zein setelah Teluk Bayur diperluas menjadi pelabuhan bongkar muat oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1888.

Utamanya, semua aktivitas perdagangan dan transportasi laut berlangsung di Pelabuhan Teluk Bayur, termasuk bagi para calon haji yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Pada setiap musim haji, Pelabuhan Teluk Bayur berubah menjadi lautan manusia yang akan mengantar dan menjemput jamaah haji.

Mereka mengantar dan menjemput kerabatnya dengan air mata. Banyak di antara jemaah haji yang tidak kembali lagi ke kampung halaman karena dijemput ajal di Tanah Suci.

Dari situlah masjid bernama Masjid Teluk Air Mata.

Pada Tahun 1911 dilakukan pemugaran. Dinding masjid diganti dengan batu karang dan menggunakan semen dari pabrik semen Indarung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved