Jadwal Buka Puasa

Jadwal Buka Puasa Hari Ini Minggu 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H, Padang, Pariaman & Padang Pariaman

Jadwal buka puasa, hari ini Minggu, 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H untuk Kota Padang, Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi S

Tayang:
Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.DISKOMINFO PARIAMAN
Ilustrasi: Wali Kota Pariaman, Genius Umar melaunching Kalender Event Kota Pariaman Tahun 2020 dan Website wwwpariaman360.com di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Sabtu malam (8/2/2020). Turut hadir Kadispar Sumbar, Novrial, Ketua PKDP Riau, Herman Nazar, Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitrinora, Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Pariaman, Ny. Lucyanel Genius, Kadispar Pemuda dan Olahraga, Kabupaten 50 Kota, Nengsih dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Alfian dan jajaran 

TRIBUNPADANG.COM - Jadwal buka puasa, hari ini Minggu, 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H untuk Kota Padang, Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Berikut ini jadwal imsakiyah lengkap ketiga wilayah Kabupaten dan Kota tersebut, yang dikutip dari bimaislam.kemenag.go.id.

Minggu, 10 Mei 2020/17 Ramadan 1441 H untuk Kota Padang

IMSAK : 04:45
SUBUH : 04:55
TERBIT : 06:09
DUHA : 06:38
ZUHUR : 12:18
ASAR : 15:40
MAGRIB : 18:20
ISYA' : 19:32

Untuk wilayah Kota Pariaman

IMSAK : 04:45
SUBUH : 04:55
TERBIT : 06:10
DUHA : 06:38
ZUHUR : 12:19
ASAR : 15:41
MAGRIB : 18:22
ISYA' : 19:33

Untuk wilayah Kabupaten Padang Pariaman

IMSAK : 04:45
SUBUH : 04:55
TERBIT : 06:09
DUHA : 06:38
ZUHUR : 12:19
ASAR : 15:40
MAGRIB : 18:21
ISYA' : 19:33

Sebelum berbuka jangan lupa membaca doa buka puasa.

Sekadar pengingat, inilah doa buka puasa

Inilah lafadz doa buka puasa yang harus dibaca saat magrib nanti. 

Doa Berbuka Puasa Ramadan

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina

Artinya : "Ya Allah karenaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih."

Setelah melaksanakan Salat Isya, hendaknya menunaikan ibadah Sunnah Tarawih.

Tetap raih pahala Ramadan sebanyak-banyaknya walau tahun ini tidak bisa Tarawih berjamaah di masjid.

Namun, kalian tetap bisa tarawih berjamaah dengan anggota keluarga.

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi kaum muslim wilayah di Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung dan Kota Sawahlunto.

Imsakiyah lengkap download di SINI

Sejarah Masjid Raya Taluak Bayua

Hingga kini, sebuah masjid memiliki tiga kubah berdiri di Kawasan Pelabuhan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar).

Rumah ibadah Ummat Islam itu berada dalam areal yang relatif sempit, serta diapit perumahan warga.

Namun begitu, para jamaah masjid tetap berdatangan ke rumah ibadah yang  bernama; Masjid Raya Taluak Bayua.

Pantauan TribunPadang.com, tampak di sisi kiri dan kanan atap masjid bergonjong berbentuk runcing khas Minangkabau.

Begitu masuk ke dalamnya, suasana sejuk akan langsung terasa, mulai dari lantai sampai ke langit langit masjid.

Pintu masjid dibuat tertutup agar AC yang dingin terus berembus hingga ke sudut-sudut area masjid.

Di dalam masjid terdapat lorong-lorong yang sengaja dibuat khusus agar jamaah merasa salat di Masjidil Haram.

Kemudian sisi kiri dan kanan masjid dibuat sebuah ruangan memanjang yang dikhususkan untuk Taman Pendidikan Alqur'an.

Jadwal Buka Puasa Hari Ini Sabtu 9 Mei 2020/16 Ramadan 1441 H, Pasaman dan Pasaman Barat

TRIBUNWIKI : 4 Masjid dan Surau Tua Bersejarah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Dalam buku Masjid Masjid Bersejarah di Indonesia karya Abdul Baqir Zein (1999: 67-69), Masjid Taluak Bayua diceritakan pernah menjadi saksi pertempuran.

Masjid Taluak Bayua dibangun pada tahun 1600 M oleh saudagar bangsa Arab yang juga seorang Dai bernama Abdullah.

Masjid Raya Ikur Koto Awalnya Bernama, Surau Batu Ikur Koto 

Jadwal Buka Puasa Hari Ini Sabtu 9 Mei 2020/16 Ramadan 1441 H, Bukittinggi dan Agam

Namun, saat Belanda berkuasa dilakukan perluasan Teluk Bayur sehingga lokasi masjid akhirnya dipindahkan ke Kaki Bukit Air Manis.

Pengurus Masjid Taluak Bayua, Yasmida mengatakan masjid awalnya bernama Surau Ateh. Kemudian atas kesepakatan masyarakat berganti menjadi Masjid Raya Taluak Bayua.

"Mulanya dinding masjid terbuat dari kayu, sedangkan atapnya dari daun pua. Sebelum memasuki masjid, jalan dibuat berjenjang jenjang. Di sekeliling masjid ada kolam ikan. Sekarang kolam ikan tersebut sudah direnovasi dan dijadikan tempat berwudu," jelas Yasmida.

Nama lain dari Masjid Raya Teluk Bayua adalah Masjid Teluk Air Mata.

"Menurut cerita, masjid didirikan dengan susah payah. Dana yang digunakan tidak mencukupi hingga membuat masyarakat menggalang dana sampai mengeluarkan air mata," sambung Yasmida.

Lain halnya, menurut Abdul Baqir Zein setelah Teluk Bayur diperluas menjadi pelabuhan bongkar muat oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1888.

Utamanya, semua aktivitas perdagangan dan transportasi laut berlangsung di Pelabuhan Teluk Bayur, termasuk bagi para calon haji yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Pada setiap musim haji, Pelabuhan Teluk Bayur berubah menjadi lautan manusia yang akan mengantar dan menjemput jamaah haji.

Mereka mengantar dan menjemput kerabatnya dengan air mata. Banyak di antara jemaah haji yang tidak kembali lagi ke kampung halaman karena dijemput ajal di Tanah Suci.

Dari situlah masjid bernama Masjid Teluk Air Mata.

Pada Tahun 1911 dilakukan pemugaran. Dinding masjid diganti dengan batu karang dan menggunakan semen dari pabrik semen Indarung.

Di dalam buku Abdul Baqir Zein juga ditulis bahwa Masjid Teluk Bayur bersejarah. Sebagai masjid tua, Masjid Raya Teluk Bayur menyimpan banyak peristiwa bersejarah.

Salah satunya adalah terjadinya pertempuran antara santri pengikut saudagar Abdullah dan pihak kompeni yang berniat akan menguasai daerah Teluk Bayur pada tahun 1696.

Dan menurut cerita orang orang tua, saudagar Abdullah bersama santri santrinya akhirnya dibunuh oleh Kompeni Belanda.

Yasmida yang sudah 45 tahun menjadi pengurus masjid mengatakan pada tahun 1965 bertepatan dengan Gerakan 30 September (Gestapu), masyarakat sipil pernah dilarang melakukan salat di Masjid Raya Taluak Bayua.

"Tidak begitu jelas alasannya. Yang saya tahu masyarakat tidak boleh melaksanakan salat tarawih 23 rakaat dan tidak boleh membaca basmalah," kata Yasmida.

Saat itu, lanjut Yasmida, mereka mengambil tikar-tikar di masjid untuk dibawa ke lapangan. Hingga tak ada tikar lagi yang bisa dijadikan sajadah.

Namun, hal tersebut tidak mengurangi keinginan masyarakat untuk melaksanakan ibadah di Masjid Raya Taluak Bayua.

Bedug di Masjid Raya Taluak Bayua
Bedug di Masjid Raya Taluak Bayua (TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita)

Sehari-hari, kata Yasmida, di Masjid Raya Taluak Bayua rutin diadakan salat lima waktu berjamaah. Jika bulan Ramadan, juga rutin salat tarawih dan pesantren ramadan.

"Masjid Raya Taluak Bayua dalam pelaksanaan salat dipimpin seorang imam yang berganti setiap waktu. Kalau berbuka sekaligus sahur, imam dibawakan lima rantang nasi yang dimintakan kepada setiap warga," tambah Yasmida.

Pelaksanaan salat tarawih di Masjid Raya Taluak Bayua terdiri atas 23 rakaat, yang rincian dua rakaat satu salam. Sementara, pesantren Ramadan berlangsung pada siang harinya.

Kegiatan lainnya yang diselenggarakan di Masjid Raya Taluak Bayua yakni wirid remaja dan majelis taklim.

"Rencananya juga akan ada salat tasbih tiap malam jumat. Kemudian pengurus masjid berencana akan membuat rumah tahfiz," tutup Yasmida. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved