Breaking News:

Berita Kabupaten Agam

Tim Gabungan Musnahkan Kayu Hasil Pembalakan Liar di Agam, Diduga Penyebab Banjir Bandang

Kayu Hasil Pembalakan Liar Dimusnahkan Tim Gabungan Kehutanan, Aktivitas Pembalakan Diduga Kuat Penyebab Banjir Bandang

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.BKSDA RESOR AGAM & KPHL AGAM RAYA
Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam dan KPHL Agam Raya memusnahakan kayu berbagai ukuran diduga hasil dari pembalakan liar, Selasa (28/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam dan KPHL Agam Raya mendapati tumpukan kayu berbagai ukuran yang diduga hasil dari pembalakan liar.

Dalam suasana semua pihak fokus menghadapi penyebaran coronavirus disease-2019 atau Covid-19 berikut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar, para pelaku tindak pidana khususnya pelaku kejahatan bidang lingkungan dan kehutanan masih terjadi.

Pengendali Ekosisten Hutam BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan hal tersebut terbukti dengan ditemukannya lebih dari 37 batang kayu pecahan atau hampir dua meter kubik kayu dalam berbagai ukuran.

"Kayu tersebut merupakan hasil pembalakan liar yang ditemukan oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam dan KPHL Agam Raya di daerah Silayang, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar," kata Ade Putra, Selasa (28/4/2020).

Jalan Malalak - Sicincin Mulai Dapat Dilewati, Tapi Diminta untuk Berhati-hati

PSBB Hari ke-7 di Padang, Kadishub : Arus Kendaraan Lancar, Orang Makin Ramai Keluar Rumah

Ade Putra menyebutkan temuan kayu tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang adanya aktifitas pembalakan liar di daerah Silayang, Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar

Dikatakannya, kayu tersebut terdiri dari jenis Meranti, Terap, dan kayu Kelat yang diduga berasal dari kawasan hutan lindung Silayang dan Cagar Alam Maninjau.

"Sesampainya di lokasi tim gabungan tidak berhasil menemukan pelaku yang dicari tersebut. Kami menduga kedatangan tim gabungan telah diketahui, sehingga hanya menyisakan barang temuan kayu olahan di lokasi tersebut," kata ADe Putra.

Ade Putra mengatakan karena kondisi dan aksesibilitas medan yang relatif sulit ditembus, lalu barang temuan tersebut dimusnahkan menggunakan chainsaw di lokasi.

"Kawasan hutan di Silayang kerap dijadikan lokasi aktivitas pembalakan liar oleh oknum masyarakat. Hal ini mengingat daerah tersebut merupakan kawasan hutan lindung dan cagar alam dengan potensi pepohonan yang relatif masih terjaga," ujar Ade Putra.

Sejauh ini lanjutnya lokasi tersebut merupakan hulu dari beberapa sungai di daerah Kabupaten Agam Barat.

Sebelumnya, pertengahan Maret 2020 lalu, sempat terjadi banjir bandang di Nagari Sitalang menyusul aliran Sungai Sitalang meluap setelah curah hujan tinggi.

"Hasil investigasi tim BKSDA dan KPHL Agam Raya yang menyisiri sungai ke arah hulu, mendapati material batang kayu di sepanjang aliran sungai berikut tunggul bekas tebangan.

"Sesuai dengan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kegiatan pengrusakan kawasan Cagar Alam Maninjau dapat dikenai sanksi pidana penjara maksimal sepuluh tahun kururngan," tutupnya.

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved